banner 728x90

Bupati Optimis KEK Tanjung Kelayang Berjalan Sukses

*Melihat dari Dekat KEK Tanjung Kelayang (2) Habis

foto A- boks KEK- petugas teknis dan pengamanan sedang di lapangan

KEK: Para petugsa konstruksi dan pengawas keamanan sedang menyiapkan lokasi pembangunan kawasan KEK di Desa Tanjung Binga dan sebagian Desa Keciput.

Tak lama lagi, tepatnya tanggal 2 September mendatang peletakan batu pertama (ground breaking) KEK Pariwisata Tanjung Kelayang akan dilaksanakan. Keberhasilan KEK Tanjung Kelayang ini tentunya berkat kerjasama dan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat.

iklan swissbell


Yudiansyah-Ainul Yakin, Belitong Ekspres


Sejak awal proses pengusulan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang, Pemerintah Kabupaten Belitung terus berusaha mencapai target sukses demi kemajuan pembangunan daerah. Apalagai, Pemda sudah menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan. Dan pilihan sektor ini dinilai sangat tepat.

Sahani Saleh menegaskan, pariwisata adalah masa depan Belitung. Melalui pembangunan KEK Tanjung Kelayang, Belitung diyakini akan menjadi Bali kedua di Indonesia. “Kita semua optimis pembangunan KEK Tanjung Kelayang akan membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lapangan kerja terbuka luas, jumlahnya bisa mencapai ribuan, belum sektor terkiat lainnya,” kata Sanem sapaan akrabnya.

Lebih jauh kata Sanem, setelah peletakan batu pertama pada 2 September 2016, Konsorsium Belitung Maritime Silk Road akan langsung  melakukan pembangunan tahap pertama berupa pembangunan resort dan hotel standar internasonal. Warga sekitar tetap akan mendapat prioritas. Ini sebagai bukti nyata dan komitmen membangun KEK Pariwisata dengan berbasis community (melibatkan masyarakat) dan berkelanjutan.

Menurut Sanem, Kementerian Pariwisata dan Bank Tabungan Negara (BTN), konsorsium ini juga akan memfasilitasi pembangunan 1000 unit homestay atau usaha rumah tinggal yang dikelola masyarakat setempat. Program ini bertujuan mendidik masyarakat lokal berpartisipasi langsung dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, dan pada akhirnya akan memberikan pendapatan berkelanjutan (sustainable income) bagi masyarakat lokal.

Pada tahap selanjutnya akan dibangun lebih dari 10 jenis fasilitas pariwisata, seperti Sekolah Praktik Singkat dan fasilitas pengembangan industri kerajinan lokal. Lantas, ada pula nantinya Marina and Marine Centre, Residential Villas maupun fasilitas pariwisata lainnya yang seluruhnya bertaraf internasional.

Pascapembangunan, kawasan ini diproyeksikan mampu mendatangkan 500 ribu wisatawan mancanegara ke Belitung atau meningkat 50 kali lipat dibanding kunjungan Wisman tahun 2014.  Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu penopang target pemerintah meningkatkan pendapatan daerah dan tentunya kesejahteraan masyarakat.

Bupati sangat optimis pembangunan sektor pariwisata ini akan mampu menjadi sektor ekonomi masyarakat pasca tambang. Sebab, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, data yang dirilis Pemda menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan ke Pulau Belitung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bupati berharap, pelaksanaan ground breaking KEK Pariwisata Tanjung Kelayang berjalan sukses. Selain Menteri Pariwisata Arief Yahysa, sejumlah menteri lain dan duta besar negara sahabat, dijadwalkan akan hadir. “Saya harap semua pihak dan masyarakat Belitung  bisa ikut menyukseskan dan mendukung momen bersejarah bagi Belitung dengan KEK tercepat di Indonesia,’’ pungkasnya(***)

Berikut Data Kunjungan Turis ke Belitung
Periode 6 Tahun Terakhir
Tahun 2010 : 50.501 orang
Tahun 2011 : 83.893 orang
Tahun 2012 : 111.613 orang
Tahun 2013 : 131.542 orang
Tahun 2014 : 199.823 orang.
Tahun 2015 :  247.053 orang

*) Sumber: Pemkab Belitung.

Related Search

Tags:
author

Author: