banner 728x90

Bupati Sesalkan Korban Arisan Bodong

banner 468x60

*Ketua DPRD: Itu Jelas-jelas Modus Penipuan

headlines-edisi-07-februari-2017

Ratusan peserta arisan yang merasa tertipu oleh pendiri dan pemilik Invetasi DSP saat demo di Mapolres Beltim, Sabtu, pekan lalu)

MANGGAR-Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza mengaku sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa sebagian warga Beltim yang tertipu investasi bodong. Investasi ilegal yang dinamai arisan Destari Sulius Putri (DSP) itu bermodus arisan putus dengan iming-iming uang jadi berlipat ganda dalam tempo relatif singkat.

banner 300x250

“Dari minggu-minggu kemarin, Saya sudah dengar. Saya berharap sebenarnya ada penyelesaian terbaik bagi korban, kasihan mereka kan mayoritas warga kita (warga Beltim,Red) juga,” ungkap Yuslih, di ruang kerjanya, Senin (6/2) kemarin.

Orang nomor satu di Beltim ini beberapa kali menggelengkan kepada sebagai isyarat keprihatinan sekaligus menyesalkan peristiwa yang menimpa warganya tersebut. Dikabarkan, korban arisan bodong ini mencapai ratusan, bahkan ribuan orang dari Beltim dan Belitung.

Yuslih kembali menyesalkan, kenapa korban sampai mudah percaya iming-iming dan janji yang diberikan pemilik. Menurutnya, bukanlah sesuatu yang wajar jika ada orang yang menawarkan investasi dengan keuntungan yang berlipat-lipat dalam tempo singkat.

“Tidak wajar itu, dan tidak logis. Kalau saya dari pertama akan menolak. Main saham saja tidak bisa seperti itu. Agama pun melarang kalau kita menjual barang dengan mengambil keuntungan dua kali lipat,” ungkap Yuslih.

Ia menekankan tidak bisa semata-mata menyalahkan masyarakat. Semua kembali ke pola pikir dan kondisi ekonomi yang belakangan memang memunculkan resiko dan ekses-ekses di masyarakat di tengah kebutuhan yang mungkin terus meningkat.

“Kalau soal ikut dan tidak, itu kembali ke kepercayaan dan keyakinan juga dari masing-masing orang. Apalagi jika yang menawarkan investasi dari orang yang kita kenal (mudah percaya,Red),” ujar Yuslih.

Untuk itu, mantan Anggota DPRD Kepulaua Bangka-Belitung tersebut menekankan kepada orang terdekat korban atau pun masyarakat jangan terlalu memojokkan atau mem-bully korban yang sudah tertipu. Ia khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan.

“Terlepas apa yang mereka lakukan mereka hanya korban. Jangan ditambah penderitaannya, ini kan bahan pembelajaran dan pengalaman bersama,” himbaunya.

Terpisah, Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono Harun juga angkat bicara. Meski tak mengikuti terlalu jauh, Ia juga turut memantau situasi terkini terkait arisan bodong DSP.

“‎Saya juga prihatin. Dan tidak habis pikir. Ini kan jelas-jelas modus penipuan, namun kenapa masih ada yang bisa tertipu,” sebut Tom, seusai acara Pelantikan Pejabat Eselon II, Senin (6/2) kemarin.

Tom pun jadi teringat dengan kasus penipuan 20 tahun lalu, saat mucul investasi bodong ‘tukang tahu’. Saat itu diungkapkannya yang menjadi korban mayoritas mantan pegawai PT Timah.

“Saya jadi ingat pada tahun 90-an awal, waktu banyak-banyaknya orang dapat duit tekejut (Uang Pensiun Dini) dari PT Timah. Nah itu, hampir sama seperti ini, dulunya banyak tertipu invetasi ‘tukang tahu’, ini kayaknya terulang kembali,” pungkasnya.

Tom pun menyatakan masih banyak investasi bisnis yang dapat dilakukan. Namun Ia tak memungkiri jika iming-iming keuntungan yang dijanjikan cukup menggiurkan.

“Gunakanlah akal sehat, kalau mau berbisnis. Memang kalau kembali ke pemikiran bukan hanya masyarakat biasa, kawan-kawan kita di DPRD ada juga yang jadi korban,” aku Tom.

Seperti diberitakan Belitong Ekspres, kemarin, Jajaran Polres Belitung Timur (Beltim) akan terus mengusut kasus arisan putus Destari Sulius Putri (DSP) yang belakangan menjadi kasus di Kabupaten Beltim. Pasalnya, apa yang dijanjikan owner DSP kepada peserta arisan nasabah (semacam investasi) tidak bisa diwujudkan seperti apa yang sudah dijanjikan pengelola DSP beberapa waktu lalu.

Kabar yang diterima Belitong Ekspres, nasabah arisan tak hanya warga di Beltim, tapi juga ada di wilayah Kabupaten Belitung. Hingga Sabtu (4/2), akhir pekan lalu dana nasabah belum bisa dicairkan. Padahal, uang nasabah yang beredar untuk invetasi dengan model arisan ini mencapai puluhan miliar rupiah dengan jumlah peserta dikabaran mencapai seribu lebih.

Akibat kecewa dengan layanan pengelola arisan DSP, ratusan peserta arisan mendatangi kantor Polres Beltim. Mereka hendak dipertemukan dengan pihak pengelola yakni Destari dan suaminya Fajar. Peserta arisan ini ramai-ramai mendatangi Polres hendak memepertanyakan hal tersebut. Kapolres Beltim, AKBP Nono Wardoyo, yang memfasilitasi pertemuan nasabah menyatakan segera mengusut kasus ini. (feb)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: