banner 728x90

Butuh Uluran Tangan, Jenazah TKI Asal Beltim Tertahan di RS Malaysia

Paspor Sudiarti

*Keluar RS Harus Tebus  5.441 RM

KUALA LUMPUR – Kabar duka sekaligus kisah menyedihkan menyelimuti masyarakat Bangka Belitung. Jenazah seorang TKI asal Manggar Kabupaten Belitung Timur (Beltim), tertahan di Hospital Kuala Lumpur, Malaysia.

Jenazah tertahan dan tidak bisa dikeluarkan, karena pihak keluarga tidak mempunyai uang untuk menebus biaya perawatan rumah sakit sebesar 5.441 Ringgit Malaysia (RM) atau setara Rp 19,5 juta.

Ketua Persaudaraan Masyarakat Bangka Belitung di Malaysia (Permaba Malaysia) Zainul Arifin, menyampaikan kabar duka tersebut kepada Belitong Ekspres melalui pesan WhatsApp, Jumat (14/9). Dari data paspornya, kata dia jenazah berjenis kelamin perempuan, kelahiran Manggar, 6 Juli 1969.

Warga asal Bangka yang bertempat tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia ini, juga mengabarkan informasi kronologis kejadian korban serta rincian kwitansi tertagih. Korban meninggal secara wajar dalam keadaan sakit. Statusnya sebagai WNI Pati (anak-anak TKI) yang tak punya izin kerja.

Sudiarti yang mempunyai seorang anak gadis dan keluarga di Malaysia masuk Rumah Sakit Minggu tanggal 2 September 2018. Kemudian meninggal dunia pada Kamis malam tanggal 13 September 2018. Akan tetapi Jenazah tidak diizinkan oleh Pihak RS lantaran harus wajib membayar biaya perawatan sebesar 5.441 RM.

“Sekarang jenazahnya dak pacak diizinkan keluar dari Hospital Besar KL. Karena kalau mau keluar dan dikuburkan, keluarga korban harus wajib siapkan uang sebesar RM 5K untuk dibayarkan kepada pihak hospital. Sementara keluarga korban tidak punya biaya sebesar itu,” terang Zainul.

Untuk itu, ia memohon kepada KBRI Kuala Lumpur untuk mengeluarkan surat keringanan biaya kepada pihak Rumah Sakit. Selain itu, ia juga memohon kerelaan sumbangan seluruh masyarakat dan sanak keluarga agar terkumpul biaya sebanyak 5K RM.

“Keluarga korban sudah menyampaikan ke KBRI, akan tetapi KBRI tidak bisa membantu dalam hal biaya karena tidak ada anggaran,” kata Zainul.

Selain itu, yang tak kalah menyedihkan, kata Zainul anak gadis Sudiarti yang bernama Hidayanti (19) kini jadi yatim piatu dan hidup sebatang kara di Kuala Lumpur.

“Kami terus berupaya meminta bantuan, akan tetapi sampai saat ini upaya tersebut belum terwujud. Jadi kami mohon kiranya agar semua pihak dapat membantu,” harapnya.

Oleh karena itu, Zainul kembali berharap kepada masyarakat Bangka Belitung agar ada solusi demi mengeluarkan jenazah Sudiarti dari rumah sakit. “Kami organisasi Permaba Malaysia dak de duit sebanyak itu. Tapi kami pacak ngurus surat ke KBRI untuk dikebumikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Beltim Burhanudin melalui Kabag Ekbang Hendriyani, mengaku sudah mendapat kabar tersebut. Sementara waktu, informasi itu telah diteruskan ke Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri DR. H. Lalu Muhammad Iqbal.

“Termasuk, kami juga telah menginfokan ke Staf Lokal KBRI Kuala Lumpur yang berasal dari Belitong,” ujarnya saat dihubungi Belitong Ekspres, tanpa menyinggung solusi bantuan biaya dari Pemkab Beltim. (red)

Related Search

Tags:
author

Author: