banner 728x90

CCU Membangun Kesadaran Kolektif

Suasana Rapat Koordinasi Persiapan Coastal Clean Up (CCU) di ruang rapat DLH kabupaten Belitung, Kamis (09/08) kemarin.

TANJUNGPANDAN – Antusias masyarakat mengikuti Gerakan Bersih Pantai atau Coastal CleanUp (CCU) terlihat dari banyaknya masyarakat yang terlibat. Sebanyak 39 komunitas menjadi bagian dari 550 peserta (300 di Tanjung Kelayang dan 250 peserta ditempatkan di pantai Tanjung Tinggi).

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Roni Setiawan menegaskan, banyaknya orang yang terlibat bukanlah tujuan utama. Jauh lebih penting bagaimana menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan. Salah satu upaya memancing kepedulian lingkungan, panitia pelaksana menggandekan kegiatan pelepasan tukik dan burung ke habitatnya.

“Tujuan kita memang tak sekedar menggelar acara. Jauh lebih penting, kegiatan CCU ini akan mendorong kesadaran kolektif terhadap kualitas lingkungan,” ujar Roni Setiawan saat memimpin rapat persiapan CCU pada Kamis pagi (9/8).

Agenda bersih-bersih kawasan pesisir pantai ini mengagendakan sejumlah kegiatan diantaranya launching Desa EduWisata di desa Air Selumar dan Deklarasi Babel Bersih yang dicanangkan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Untuk diketahui, kegiatan CCU) pada 13 Agustus 2018 mendatang di Pantai Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi.

Kegiatan CCU dari Kementerian Lingkungan Lidup (KLH) untuk memberi contoh kepada masyarakat artinya pantai, laut yang harus dijaga. “Terutama dari sampah-sampah yang membahayakan kehidupan di laut, sehingga bisa mematikan koral koral atau biota laut di sekitar pantai,” kata Kepala DLH Kabupaten Belitung, M Ubaidillah Senin (08/08) kepada Belitong Ekspres.

Menurutnya, rakor ini juga bertujuan untuk mengkoordinir kegiatan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup tahun 2018.

Masyarakat harus menjaga pantai supaya bebas dari sampah dengan bersih-bersih. Sebagai daerah tujuan wisata tentu banyak melibatkan laut, pulau dan tempat yang menarik di Belitung, jangan sampai kumuh penuh sampah.

“Jangan sampai dengan adanya permasalahan sampah itu jadi kumuh, rusak, sehingga yang kita tawarkan jadi tidak menarik wisatawan lagi. Intinya supaya bagaimana kita tergugah, terutama masyarakat sekitar untuk menjaga supaya daerah pantai dan pulau bebas dari sampah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Keciput Aryandi mengatakan pihak pemerintah desa menyambut baik adanya kegiatan bersih-bersih pantai pada tanggal 13 Agustus 208 mendatang. “Kami menyambut baik dan akan berkoordinasi dengan kelompok masyarakat untuk mensukseskan kegiatan itu, serta kami siap mendukung kelancaran kegiatan itu nantinya,” tutupnya. (*/mg1)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: