banner 728x90

CJH Beltim Siap Diberangkatkan

Masdar Mawawi

MANGGAR – Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Beltim sudah menyelesaikan manasik haji terakhir sebelum diberangkatkan menuju tanah suci Makkah di Saudi Arabia. Total jamaah haji Kabupaten Beltim yang akan berangkat pada musim haji 2018 sebanyak 35 orang terdiri dari 21 perempuan dan 14 laki-laki.

Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kabupaten Beltim Masdar Mawawi menjelaskan kepastian berangkat CJH asal Beltim sudah terkonfirmasi pada tanggal 28 Juli mendatang.

“Persiapan manasik haji sudah kita laksanakan dan hari ini terakhir di Kandepag Beltim. Dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang dan Insya Allah akan diberangkatkan pada tanggal 28 Juli, jam 8 terbang dari HAS Hanandjoedin menuju embarkasi Palembang dan menginap semalam sebelum berangkat ke Saudi Arabia,” ujar Mawawi kepada Belitong Ekspres, Selasa (10/7) kemarin.

Sejauh ini, kondisi fisik kesehatan CJH asal Beltim dipastikan sehat. Hanya ada satu orang CJH yang harus berangkat menggunakan kursi roda. Selama menunggu keberangkatan, CJH diminta tetap menjaga kesehatan dan dilarang berpergian jauh.

“Alhamdulillah cek fisik dalam keadaan sehat kecuali ada satu pakai kursi roda tapi karena ada mahrom ada suaminya saya kira tidak ada kendala. Hanya untuk kemarin kita himbau jamaah haji untuk selalu menjaga kesehatan dan untuk tidak berpergian keluar daerah yang cukup jauh,” jelas Mawawi.

Mawawi juga menitipkan pesan kepada CJH agar mempersiapkan fisik, selalu menjaga keutuhan rombongan selama di tanah suci dan menjaga kekompakan, serta menaati aturan selama berada di tanah suci.

“Pertama, jaga kesehatan jamaah. Kalau ada penyakit-penyakit bawaan untuk segera konsultasi ke dokter. Kedua, utuh dalam rombongan karena kita hanya 35 orang ditambah dari Belitung 10 orang total 45 orang dalam satu rombongan. Jadi tetap menjaga kekompakan didalam regu. Terus pada saat waktu di tanah suci untuk mentaati seluruh aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi, karena jamaah sering teledor. Jadi ikutilah apa-apa yang menjadi aturan,” pesan Mawawi.

Nawawi juga menambahkan, pesan yang ia sampaikan juga terkait dengan tidak adanya pendamping bagi CJH selama di tanah Suci. Pasalnya, Depag tidak menyediakan anggaran biaya pendampingan.

“Pendamping tidak ada. Secara memang beberapa tahun tidak ada. Kedepan paling tidak ada pendamping walau cuma satu. Kalau saya penekanan ada pendamping kesehatan. Sebab kalau tidak sehat, ibadahnya tidak akan sempurna dan akan mengeluarkan biaya yang cukup besar,” ulasnya.

Tambahan lengkap CJH yang terdata di Kemenag Beltim berjumlah 35 orang. laki-laki 14 dan perempuan 21 orang dengan rincian Manggar 15 orang, Gantung 6 orang, Kelapa Kampit 5 orang dan Damar 4 orang.***

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: