banner 728x90

Curi Timah 400 Kg, Pipit Terancam 7 Tahun Penjara

Press release kasus pencurian biji timah dengan tersangka Pipit di Polsek Gantung

Press release kasus pencurian biji timah dengan tersangka Pipit di Polsek Gantung, Rabu (13/3) kemarin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Fitrianto Saputra alias Pipit (32) tersangka pencurian biji timah terancam 7 tahun penjara. Ancaman hukam itu disampaikan Kapolsek Gantung AKP Ricky Dwiraya Putra, saat press release di hadapan sejumlah wartawan, Rabu (13/3) kemarin.

AKP Ricky memaparkan, tersangka Pipit ditangkap pada Senin 11 Maret 2019, pukul 23.42 WIB di salah satu warkop di Danau Nujau Gantung. Tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban Anton, warga Dusun Aik Sambar Desa Lilangan.

“Penangkapan pelaku berawal dari laporan korban, pada Senin 11 Maret 2019 siang, bahwa telah terjadi pencurian biji timah sebanyak 400 kg di gudang kediamannya,” ungkap AKP Ricky.

Pengejaran dan penangkapan tersangka dilakukan AKP Ricky dan Ops Polsek Gantung bersama Opsnal Satres Polres Beltim. Sebelum penangkapan, Jajaran Polsek Gantung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari olah TKP, pelaku masuk ke belakang rumah, dengan cara memotong teralis besi ventilasi samping kanan. Kemudian pelaku membobol dan memanjat ke atas loteng rumah korban. Lantas, menuju gudang penyimpanan timah dan turun menggunakan tali tambang. Atas kejadian pencurian itu korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 45.000.000.

“Kita sempat kehilangan jejak, cuma ada informasi bahwasannya ada mobil Ertiga warna hitam mondar mandir di sekitaran rumah korban, kaca belakangnya pecah. Itu menjadi salah satu petunjuk kita,” terang Ricky.

Dari informasi tersebut didapatlah ciri-ciri pelaku. Kemudian bersama Opsnal Satres Polres Beltim dilakukan lah pengejaran terhadap pelaku. Akhirnya pelaku ditangkap di salah satu warkop Danau Nujau Gantung pada sekira pukul 23.42 WIB.

Pelaku usai diamankan langsung diintrogasi, setelah itu dicek satu-satu dijual kemana barang tersebut. Dari keterangan pelaku beraksi menggunakan kendaraan rental di Manggar. Modusnya memang sengaja mengincar saat rumah kosong.

“Dia masuk lewat jendela, setelah itu dia naik plafon masuk ke gudang, menggunakan tambang. Terus di gudang itu nemu kunci, baru dia membuka pintu gudang mengambil timah yang ada di gudang. Lalu timah dimasukan ke karung, kemudian dijual ke Birah dan Kelubi,” jelas AKP Ricky.

Adapun barang bukti yang diamankan, berupa biji timah 116.3 Kg di Birah Kelubi, dan biji timah 118 Kg di Bentaian. Selain itu, ikut diamankan 6 buah karung beras, 1 buah kartu ATM BRI a.n Fitri Handayani, 1 buah gerenda warna coklat, 1 buah gunting warna merah muda, 1 pasang kaos kaki warna biru dan 1 buah baju warna putih.

Saat ini pelaku sudah mendekam ditahan Polsek Gantung guna pertanggungjawaban hukum atas perbuatannya. Tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 ke 5 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (dny)

Related Search

Tags:
author

Author: