banner 728x90

Cuti Bersama  Sejak 11 Juni

//Efeknya Kurangi Cuti Tahunan Buruh
MANGGAR – Tindak lanjut surat Menko Perekonomian, SKB 3 Menteri dan Surat Keputusan Menteri Ketenagakerjaan, cuti bersama perusahaan menjadi lebih lama. Jika sebelumnya hanya 4 hari, diperpanjang menjadi 7 hari terhitung hari ini (11/6).
Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Bupati Beltim yang dikeluarkan tanggal 30 Mei 2018. Cuti bersama yang semula ditetapkan tanggal 13, 14, 18, 19 Juni ditambah menjadi 11, 12, 13, 14, 18, 19, 20 Juni 2018.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kabupaten Beltim Erna Kunondo menjelaskan ada beberapa hal yang dimuat dalam surat edaran selain tanggal cuti bersama dimulai. Menurut dia, untuk efektifitas pelaksanaan cuti bersama pihak perusahaan disampaikan bahwa cuti bersama merupakan bagian dari cuti tahunan.
Pelaksanaan cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja/buruh dan atau serikat pekerja dengan perusahaan, perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama dan peraturan perundang-undangan.
“Tapi tetap memperimbangkan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan. Kalau memang harus beroperasi, ya diaturlah jadwal cuti pekerjanya,” ujar Erna kepada Belitong Ekspres, pekan lalu.
Ditambahkan Erna, pekerja atau buruh yang melaksanakan cuti pada hari cuti bersama, maka hak cuti yang diambilnya mengurangi hak atas cuti tahunan pekerja/buruh yang bersangkutan. Pekerja yang bekerja pada hari
cuti bersama maka hak cuti tahunnya tidak berkurang dan kepadanya dibayarkan upah seperti hari kerja biasa.
“Edaran sudah kita sebarkan semua dan berharap perusahaan dapat mentaati ketentuan tersebut,” jelas Erna.
Sementara itu, untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja sudah harus dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya. Berkenaan dengan hal tersebut, Erna menyatakan sejumlah perusahaan sejak awal sudah mengantisipasi pembayaran bahkan sebelum surat edaran disampaikan.
“Beberapa perusahaan sudah ada yang bayar ke pekerja sebelum edaran disampaikan. Untuk besaran THR pekerja, disesuaikan dengan aturan yakni Permenaker nomor 6 tahun 2016 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan,” jelasnya.
Adapun ketentuan sesuai Permenaker tersebut, yakni pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. Dan diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu. (msi)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: