banner 728x90

Daging Sapi Beku  Dijual Rp100 Ribu 

// BUMD Siapkan 10 Ton Penuhi Kebutuhan Lebaran
MANGGAR – Sekitar 10 ton daging sapi beku diperkirakan akan masuk ke Kabupaten Beltim sebelum lebaran Idul Fitri. Daging tersebut didatangkan oleh BUMD PT. Pembangunan Belitung Timur melalui penyalur resmi di Jakarta.
“Kami memang akan mengadakan daging seperti yang saya sampaikan kemarin sekitar 10 ton. Jadi ada kemungkinan besok daging akan dikirim ke Belitung. Jadi tanggal 7 atau 8 akan sampai ke Beltim,” ujar Dirut BUMD PT. PBT, Selamet saat dikonfirmasi Belitong Ekspres, Selasa (5/6) kemarin.
Saat ini, pihak BUMD sedang berkoordinasi dengan Dinas teknis terkait untuk memperoleh surat karantina, izin pelabuhan serta izin penyimpanan cool storage. “Ini lagi kami minta ke Pemda untuk bisa menyiapkan itu,”
katanya.
Menegaskan kembali soal harga jual daging, Selamet memastikan fix di harga Rp 100 ribu per kilogram. Meski ada edaran Kemendag mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 85 ribu per kilogram, namun ada biaya tambahan transportasi dan penyewaan cool storage serta sedikit keuntungan bagi BUMD selaku penyalur.
“Kenapa kami jual harga Rp 100 ribu, karena harga ini sudah memasukkan harga transportasi, sewa cool storage dan ada sewa cool storage. Kepada pihak penyalur kami ada juga memberikan biaya tenaga kerja baik di Desa atau Bumdes. Ini mengingat karena mereka juga membantu menyalurkan daging tersebut kepada masyarakat,” bebernya.
Selamet juga menegaskan, keinginan BUMD mendatangkan daging beku adalah membantu masyarakat mendapatkan harga daging yang terjangkau. Selain itu, sudah dipastikan permintaan daging menjelang lebaran sangat tinggi sebagai tradisi di hari raya.
“Kami harap semua lapisan masyarakat dapat menikmati daging yang memang dibutuhkan pada saat hari raya. Kami juga mohon dukungan semua pihak untuk mendukung kegiatan ini karena kegiatan ini murni dilakukan untuk memberikan kemudahan memperoleh daging dengan harga terjangkau,” harap Selamet.
Apalagi, kata Selamet, dari sisi keuntungan tidak ada terlalu berlebihan layaknya keuntungan yang diambil pedagang. “Apalagi informasi yang peroleh, daging beku yang rencananya disiapkan Pemda katanya gagal lelang. Mudah-mudahan daging yang kami salurkan bisa membantu masyarakat,” sebut Selamet.
Sementara itu, keterangan yang diperoleh dari Kepala Bidang Perdagangan Asep Suhayanto memastikan pengadaan daging beku yang dipersiapkan Pemda gagal lelang. Untuk penunjukan langsung, regulasi yang ada saat ini tidak memungkinkan.
“Pasti batal karena gagal lelang, dua kali gagal lelang. Pertama tidak ada yang menawar, kedua ada yang menawar tapi persyaratan tidak terpenuhi. Jadi tidak lulus secara teknis pada saat evaluasi oleh ULP,” ujar Asep.
“Waktu sudah tidak memungkinkan lagi, kalau mau lelang ketiga, waktu sudah tidak bisa lagi karena hari raya,” imbuhnya. Meski demikian, Asep mengatakan harga daging masih bisa tertahan karena ada BUMD yang menyediakan harga daging Rp 100 ribu per kilogram.
“Kami hanya antisipasi tahun berikutnya, kami menyusun regulasi baru agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Karena ini kan memang buat masyarakat kurang mampu,” kata Asep.
Asep juga menambahkan, harga daging Rp 100 ribu perkilogram cukup realistis mengingat ada biaya tambahan yang harus ditambahkan dari ketetapan HET.
“Meskipun Kemendag HET Rp 80 ribu, tapi kondisi di kita beda. Harga Rp 80 ribu di Jakarta datang kesini tidak mungkin tanpa biaya transportasi dan distribusi ke wilayah. Sebenarnya mereka (BUMD) juga rugi, paling keuntungan sekitar beberapa ribu rupiah, jadi ya cukup realisitis,” tukasnya. (msi)

Related Search

author

Author: