banner 728x90

“Dak Usah Kawen Muda”

PANGKALPINANG – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. H. Erzaldi Rosman, SE., MM, menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Kependudukan tahun 2017 yang mengangkat tema “Fenomena dan Dampak Pernikahan Usia Muda di Provinsi Kepulauan Provinsi Bangka Belitung”, Kamis (26/10) di Ballroom Hotel Soll Marina, Pangkalanbaru, Bangka Tengah.
Gubernur Erzaldi Rosman hadir bersama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D, Ketua TP PKK Provinsi Babel, Hj. Melati Erzaldi, dan Kepala Perwakilan BKKBN Bangka Belitung, Etna Estelita.
Seminar ini diadakan oleh Perwakilan BKKBN Babel bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Provinsi Babel dan Perwakilan Bank Indonesia Babel.
Gubernur dalam Keynote Speaker tersebut mengatakan, Pemprov sudah melakukan MoU dengan departemen agama, BKKBN, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Babel, untuk pengaturan masalah pernikahan, upaya pencegahan pernikahan dini dengan membentuk Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Pernikahan.
Menurut Gubernur, pernikahan dapat dilaksanakan apabila sudah memiliki persyaratan yang di tentukan oleh pemerintah daerah.
Gubernur Erzaldi dalam kesempatan itu, mengimbau kepada semua elemen masyarakat di Babel, untuk mendukung program pencegahan nikah muda. Karena, nikah di usia muda selama ini, terjadi berdampak kurang baik, seperti terjadi perceraian, genderasi penerus tidak berkualitas, kurang baik untuk kesehatan, serta berdampak buruk lainnya.
Oleh sebab itu, Erzaldi menegaskan kepada Bupati/Walikota yang ada di Babel untuk tegas terhadap pernikahan ini, untuk wilayahnya masing- masing.
“Apabila nikah muda di Babel dapat di tekan, saya yakin Babel ke depan lebih baik, karena genderasi penurusnya berkualitas,” ujar Erzaldi.
Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D saat membuka kegiatan tersebut, mengatakan saat ini yang dihadapi dalam masalah kependudukan sangat berat, selain harus mengendalikan kuantitas penduduk, menurunkan angka kelahiran anak total yaitu rata-rata jumlah anak perwanita.
“Saat ini, kelahiran anak total yaitu 2,6 anak/wanita harus diturunkan menjadi 2,1 anak per wanita. Dengan demikian, penduduk tumbuh dengan seimbang, serta meningkatkan kualitas penduduk yang meliputi kompetensi dan karakter,” ungkap Surya.
Lebih lanjut Surya mengatakan, bonus demografi yang akan didapat bangsa ini, harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dengan syarat bahwa manusia Indonesia harus berkualitas, kalau tidak maka bonus demografi ini, akan menjadi bencana.
Menurut Surya, kini tinggal bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas Manusia Indonesia sesuai dengan Program Nawacita Pemerintah Presiden Joko Widodo.
Dijelaskannya juga, Pengendalian Penduduk, Program KB, dan upaya menekan Pernikahan Usia Muda ini, sebenarnya telah tertuang dalam penjabaran Pancasila Sebagai Dasar Negara.
Sementara itu, dalam Laporannya Ketua Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Provinsi Babel, Devi Valeriani menyampaikan, dengan seminar ini, pihaknya ingin berkontribusi dengan memberikan pencerahan kepada 250 peserta seminar generasi muda, siswa mahasiswa, Pkk, OPD PLKB di Babel.
“Melalui seminar ini, diharapkan pencerahan kepada kita khususnya remaja agar berfikir ulang ketika akan menikah muda,” katanya.
Dalam Kegiatan ini, juga diadakan Pelantikan Koalisi Indonesia Untuk Kependudukan dan Pembangunan Tingkat Kabupaten Bateng dan Bangka. Dengan demikian, saat ini, di Babel telah terbentuk 3 koalisi kabupaten dan 1 koalisi Muda Kependudukan.(wah)

Related Search

Rate this article!
“Dak Usah Kawen Muda”,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: