banner 728x90

Depresi, Bujangan Nekat Gantung Diri

TANJUNGPANDAN – HD (26), warga Jalan Kerjan, Desa Air Merbau, Tanjungpandan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kediamannya, Jumat (8/12) siang kemarin. Pria berstatus bujangan itu diduga bunuh karena mengalami depresi.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ayah korban berinisial BB. Saat itu, ayah korban baru pulang kerja sekitar pukul 13.30 WIB. Setiba di rumahnya, pintu depan tempat tersebut dalam kondisi terkunci.
Lantas, BB pun terpaksa masuk lewat pintu belakang rumahnya. Setelah masuk ke dalam rumah, dia dikejutkan dengan mayat anaknya yang tergantung pada seutas tali di tiang kayu ruang tengah rumah tersebut.
Mendengar orangtua korban berteriak histeris, warga sekitar dan pengendara yang melintas langsung datang ke lokasi. Hingga akhirnya sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itu menelpon pihak Polres Belitung.
Tak selang beberapa lama Tim Identifikasi yang dipimpin Kasatreskrim Polres Belitung AKP Robby Ansyari tiba di lokasi. Setelah itu mereka langsung melakukan olah Kejadian Tempat Perkara (TKP).
Namun, dari pihak keluarga menyatakan enggan dilakukan visum di RSUD Marsidi Judono. Dan memilih untuk membawanya ke rumah duka, sebelum di kebumikan esok hari (hari ini,red).
AKP Robby Ansyari mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan visum di tempat. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh korban. HD murni bunuh diri.
“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum di RSUD. Akhirnya kita lakukan visum di lokasi. Kemungkinan korban mengakhiri hidupnya beberapa jam sebelum ditemukan tewas,” kata AKP Robby Ansyari.
Menurut suami dari Sonia Ansyari ini, dugaan korban melakukan perbuatan itu lantaran diduga mengalami depresi. Sebab, dari keterangan saksi-saksi HD sering mengkonsumsi lem aibon. Bahkan, tiap kali usai ngaibon ia sering marah-marah.
Oleh karenanya, pihak keluarga berencana untuk membawa HD ke Pangkalpinang. “Namun dia sempat menolak. Mungkin, hal itu yang membuat korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri,” terang AKP Robby.
Sementara itu, BB masih terlihat shock dengan kepergian anaknya. Apalagi meninggalnya dengan cara tidak wajar. Sebelum korban meninggal ia mengaku tak memiliki firasat apapun. Bahkan semalam ia sempat melihat HD.
“Saya tinggal di tempat ini (Rumah) berdua (dia dan korban). Saat saya hendak berangkat kerja, aku melihat korban masih tidur,” kata BB di hadapan pihak kepolisian. (kin)

 

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: