banner 728x90

Dewan Setuju Jumlah Sekolah Ditambah

banner 468x60

*Jangan Sampai Siswa Tidak Tertampung Seperti Tahun ini

Johanes Hanibal Palit

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Ketua Komisi III DPRD Belitung Johanes Hanibal Palit menyebutkan, secara rayon ada beberapa desa yang perlu dibangun tempat pendidikan baru. Baik SD, SMP dan SMA. Sebab ada di sebagian daerah yang betul-betul memerlukan pembangunan tersebut, terutama SMP dan SMA.

banner 300x250

“Kalau di Kecamatan Tanjungpandan misalnya di wilayah Air Merbau. Karena sebagian besar tertuju kepada SMPN 2, SMPN 1, SMPN 3, SMPN 6 Tanjungpandan. Maka sesuai perubahan tantatan pemerintah nanti, Aik Merbau bagian dari salah satu catatan kita yang harus dibangun SMP,” katanya kepada Belitong Ekspres, Senin (8/8).

Ia melanjutkan begitu pula SMA juga harus dibangun di wilayah tersebut. Apalagi dengan jumlah murid yang besar sekarang, daya tampung untuk SMA ini cukup sulit. Untuk itu pemerintah kabupaten dan provinsi, masing-masing sudah memikirkan perkembangan pendidikan demi siswa.

“Kita meminta nanti untuk perkembangan lainnya, supaya sistem rayon ini menyentuh semuanya dalam kaitan pendidikan. Dari dinas pendidikan juga berharap agar ke depan ada penamahan lokal, terutama SMP,” ujarnya.

Johan tak memungkiri, seandainya kedepan terjadi berbagai perubahan tantanan pemerintahan (pemekaran). Serta seiring bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Belitung. Setiap kecamatan perlu adanya penambahan sekolah. Baik menambah lokal kelas maupun sekolah membangun baru.

“Pendidikan tidak ada pengecualian. Mampu dan tidak mampu. Jauh, dekat dia harus mempunyai pendidikan. Misalnya kemarin di sekolah terdapat kekurangan lokal, maka kita pemerintah kabupaten harus mencari solusi terhadap kekurangan-kekurangan tersebut,” imbuhnya.

Politisi Golkar ini menambahkan, seperti yang di ketahui sekolah-sekolah di kecamatan Tanjungpandan. Misalnya di SMPN 1, SMPN 3, SMPN 6 Tanjungpandan tidak mungkin lagi bisa menambah lokal kelas. Karena, selain lahan yang tidak memungkinkan, seperti di SMPN 3 dan SMPN 6. Juga terdapat cagar budaya seperti di SMPN 1.

“Solusi dari sekolah permasalahan tersebut, memang harus ada penambahan sekolah negeri baru. Karena tidak mungkin lagi mereka bisa menambah lokal kelas. Kecuali di SMPN 2 dan SMPN 5 Tanjungpandan, mungkin dapat menambah lokal,” sebutnya.

“Jangan sampai ke depan anak-anak kita yang tidak tertampung seperti tahun ini. Akhirnya mereka masuk swasta, karena menggunakan sistem rayon. Namun kita juga harus memikirkan bagaimana masyarakat yang kurang mampu. Belum lagi mereka yang memiliki kartu KIP (Kartu Indonesia Pintar), seharusnya diterima di sekolah negeri,” pungkasnya.(i1s)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: