banner 728x90

Diduga Serobot & Pengrusakan Lahan, PNS DKI Laporkan Gapoktan Belitung

banner 468x60

AKBP Rully Tirta Lesmana

* Anak Pejabat Belitung Ikut Terlapor
* Mabes Limpahkan ke Polda Babel

banner 300x250

Gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Belitung dilaporkan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta, Mounda Grestina Yolanda (34) ke Bareskrim Mabes Polri. Hal itu berdasarkan laporan polisi (LP) Nomor: LP/1278/XI/2017/Bareskrim tanggal 27 November 2017.

————–

Dugaan tindak pidana penyerobotan dan atau pengrusakan lahan di lokasi Batu Bedil, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, diduga dilakukan oleh pihak terlapor. Salah satunya atas nama Suh selaku pengurus Gapoktan. Bahkan disebut-sebut, ada terlapor anak salah seorang pejabat di Belitung.

Penyidik Bareskrim menduga perkara ini bisa dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 167 KUHP dan 170 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP. Karena perkara terjadi di wilayah hukum Polda Babel, Bareskrim Mabes Polri melimpahkan kasus tersebut ke Polda Babel. Saat ini, ditangani oleh Subdit II Harta Benda Bangunan Tanah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Bangka Belitung (Hardabangtah Ditreskrimum Polda Babel) dengan LP/B-1278/XI/2017/Bareskrim tanggal 27 November 2017.

Namun penyidik Ditreskrimum menduga perkara ini telah melanggar Pasal 385 KUHP dan Pasal 406 KUHP. Penasehat Hukum (PH) pelapor, Efrina Manurung dari Kantor Law Firm Efrina, Hotbin dan Partners Jakarta Timur mengatakan, bahwa Rabu (10/1), pihaknya sudah melapor pengurus HKM Gapoktan atas nama Suh ke Polda Babel, lantaran kliennya dirugikan oleh terlapor.

“Kami hadir di Polda Babel karena adanya pemanggilan dari Ditreskrimum Nomor: B/209/XII/2017/Ditreskrimum tanggal 20 Desember 2017. Kami sebagai pelapor merasa dirugikan oleh terlapor yang telah melakukan dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 406 ayat 1 dan atau Pasal 170 dan Pasal 385 KUHP,” ungkap Erfina didampingi kliennya, Mounda Grestina Yolanda, Rabu malam.

Saat dikonfirmasi, Kasubdit II Harta Benda Bangunan Tanah (Hardabangtah) Ditreskrimum Polda Babel, AKBP Rully Tirta Lesmana mewakili Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol Tony Harsono membenarkan perihal laporan atas dugaan tindak pidana penyerobotan dan atau pengrusakan lahan tersebut. Saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Kasubdit Hardabangtah menjelaskan, berdasarkan keterangan pelapor, lahan yang diduga diserobot itu seluas 5 hektare. Perkara ini diterima dan disidik oleh penyidik Subdit II Hardabangtah Ditreskrimum Polda Babel pada Desember 2017.

“Jadi, kasus ini memang telah dilimpahkan kepada kita dan sudah diterima. Kita juga sudah membuat sprint penyelidikan,” ungkap Rully kepada wartawan, Kamis (11/1) kemarin.

Selanjutnya, menambahkan penyidik juga telah membuat surat konfirmasi pemanggilan kepada pihak pelapor pada Desember 2017 lalu.

“Sebetulnya kami menerima laporan ini Desember lalu, cuma beliau baru sempat datang ke sini kemarin (Rabu), karena dia sebagai pelapor kan harus kita periksa dulu. Cari-cari informasi dulu dalam proses lidik ini. Selanjutnya kita melakukan proses pemeriksaan pelapor dulu untuk mengonfimasi saksi-saksinya, cari saksi-saksi dari pihak mereka. Kita akan konfirmasi lagi atas keterangan pelapor,” pungkasnya.(fiz)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: