banner 728x90

Dihantam Banjir, 3 Ton Lele Hanyut Peternak Rugi Ratusan Juta

banner 468x60
foto-A-lele

GAGAL PANEN – Kolam ikan lele sentra budidaya air tawar berlokasi di Air Benar Kampung Teladan yang gagal panen, Rabu (19/7). Foto : Yusuf/Radar Bangka

belitongekspres.co.id, TOBOALI – Sebanyak tiga ton ikan lele dan berbagai jenis ikan lainnya hanyut akibat hujan lebat yang mengakibatkan banjir sejak Jumat (14/7) siang. Hal ini lantas membuat peternak di sentra budidaya ikan air tawar di Air Benar, Kelurahan Teladan, Toboali, Bangka Selatan (Basel), rugi ratusan juta.

banner 300x250

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Suhadi kepada Radar Bangka, Rabu (19/7) kemarin mengatakan, ribuan lele dan berbagai jenis ikan lainnya seperti patin, nila, bawal yang ikut hanyut tersebut adalah ikan yang siap dijual ke pasaran. “Ya, kita turut prihatin atas kerugian para pembudidaya ikan tersebut. Namun kami suport agar pembudidaya tetap semangat dan mengusahakan kembali kolam kolam yang saat ini kosong akibat kebanjiran,” ujar Suhadi.

Selain itu, beberapa bagian kolam pembudidaya juga mengalami kerusakan (jebol). Kerugian ditaksir lebih dari 100 juta rupiah. Untuk mencegah kejadian sama terulang ke depannya, beberapa langkah perbaikan akan diupayakan. Diantaranya pembersihan lahan semak sekitar lokasi agar dapat menampung lebih banyak air, hingga meninggikan tanggul kolam dan jalan.

“Banjir ini dadakan, bisa menggenangi kolam yang sudah siap panen. Namun saat ini, kondisi sudah normal kembali. Untuk memotivasi pembudidaya, kami akan memberikan bantuan benih dengan harga lebih murah dari produksi benih BBI Toboali,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas DP3 Kabupaten Basel, Rizal menambahkan solusi secara teknis budidaya ikan air tawar, perlu diterapkan juga budidaya dengan menggunakan wareng tertutup agar tidak ada ikan keluar saat terjadi banjir.  Menurutnya dalam budidaya pembesaran ikan lele bisa mengunakan beberapa kolam pembesaran seperti kolam terpal, kolam plastik, kolam tembok, kolam tanah, keramba jaring apung semua  baik dan bisa menguntungkn jika dikelola dengan baik dan benar.

“Proses pemanenan pada pembesaran menggunakan keramba jaring tertutup ini bisa dilakukan melalui 2 tahapan yakni saat mencapai usia 45-60 hari dan usia 90 hari. Mudah-mudahan dengan menggunakan keramba jaring tertutup, menjadi solusi yang lebih efektif dan efisien,” tandasnya.

Sementara, Jajaran Kepolisian Resor Bangka Selatan membantu warga membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir sebagai bentuk kepedulian aparat penegak hukum terhadap korban banjir di daerah itu. “Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di beberapa desa seperti Desa Delas ketinggian banjir sebelumnya setinggi lutut orang dewasa namun hari ini (Rabu) sudah mulai kering,” kata Kabag Ops Polres Bangka Selatan Kompol Erlichson.

Ia mengatakan dalam meringankan beban warga setelah banjir, pihaknya melakukan beberapa kegiatan diantaranya membersihkan lumpur sisa banjir di rumah warga dan fasilitas umum seperti jalan. “Petugas berbaur bersama warga membersihkan sampah dan lumpur sisa banjir, agar dapat meringankan beban warga yang terkena musibah banjir,” katanya. Erlichson mengatakan walaupun banjir sudah surut di beberapa desa, namun pihaknya terus melakukan monitoring, sebagai antisipasi banjir susulan karena potensi hujan lebat masih cukup tinggi. “Monitoring tetap dilakukan oleh Bhabinkamtibmas yang berada di setiap desa,” ujarnya.(bim)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: