banner 728x90

Dini Hari, Gudang Ikan Terbakar

Damkar Belitung saat berusaha memadamkan api di lokasi.

===
Ludes Terbakar

20 Ton Solar, 11 unit Genset Kapal
20 Unit Box Fiber
2 Ton Ikan
6 Unit Tangki Air Ukuran Satu Ton
12 Dokumen Kapal
===

TANJUNGPANDAN – Gudang penyimpanan ikan di kawasan Pelabuhan PT Timah, Tanjungpendam, Minggu (13/1) dini hari kemarin, ludes dilahap si jago merah.

Diduga, konsleting listrik yang menjadi penyebab gudang milik PT Timah yang disewa sebagai tempat penampungan ikan oleh pengusaha asal Tanjungpandan, Wendi Oktavianus tersebut ludes.

Peristiwa kebakaran ini, pertama kali diketahui oleh Yahya, ABK salah satu kapal dari Jakarta yang bersandar di pelabuhan. Saat itu, ia yang tengah tertidur terbangun lantaran mendengar suara seperti petir.

Saat menoleh ke arah gudang, ternyata tempat penyimpanan ikan tersebut, terbakar.

Mengetahui hal tersebut, Yahya langsung membangunkan sejumlah orang yang berada di sekitar, dan melapor ke Kantor Damkar Kabupaten Belitung.

Sekretaris Pol PP dan Damkar Kabupaten Belitung, Alkar mengatakan, awalnya jajarannya mendapat informasi tersebut sekitar Pukul 03.30 WIB. Mendapat laporan itu, jajarannya mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak empat unit mobil damkar dikerahkan.

Saat itu lanjut Alkar, kondisi di lapangan api sangat besar.

Anggota bahu membahu berusaha keras untuk memadamkan api yang semakin besar. Dalam upaya memadamkan api, salah satu mobilnya hampir terguling lantaran medan jalan menuju lokasi berlumpur.

Meski demikian, menjelanng subuh, api dapat dijinakkan.

Namun demikian, ternyata pada siang hari api kembali menyala. Namun, berkat kesigapan damkar, si jago merah kembali berhasil ditaklukan. “Untuk mengatisipasi, api kembali menyambar kita siagakan beberapa mobil di lokasi,” kata Alkar.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terjadinya kebakaran ini. Hingga saat ini, tidak ditemukan korban jiwa dalam kebakaran dahsyat tersebut.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Bagus Krisna Eka Putera mengatakan, hasil penyelidikan kepolisian, untuk dugaan sementara penyebab kebakaran ini lantaran konsleting listrik.

“Sementara hingga saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Yakni memeriksa keterangan saksi-saksi. Selain gudang, beberapa barang berharga lenyap dilahap api,” kata AKP Bagus, kemarin.

Barang-barang tersebut meliputi, peralatan ikan (jaring), BBM jenis Solar 20 ton, Genset (bekas) untuk di kapal 11 unit, box Fiber 20 unit, ikan dua ton, tangki air ukuran satu ton enam unit, dokumen kapal 12 unit.

“Untuk kerugian masih belum bisa ditaksirkan. Sebab, saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sang pemilik,” ungkap AKP Bagus. (kin)

Related Search

Rate this article!
author

Author: