banner 728x90

Dinkes Beltim Segera Canangkan Vaksinasi Rubella

Illustrasi

MANGGAR – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Beltim dalam waktu dekat akan mencanangkan serempak vaksinasi rubella di Kabupaten Beltim. Persiapan pencanangan sudah hampir rampung dan hanya menyelesaikan sedikit evaluasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Beltim, Yulhaidir. Menurut mantan Direktur RSUD Beltim itu, vaksin yang dibutuhkan untuk kegiatan vaksinasi pun sudah diterima dari pusat. Termasuk penyediaan obat-obatan dari Provinsi yang diperkirakan paling lambat minggu ini diterima.

“Tinggal di minggu keempat ada evaluasi pematangan dengan lintas sektor dan kesiapan kawan-kawan, termasuk PPNI yang kita butuhkan dan mempunyai STR meskipun tidak PNS atau PTT tapi dia lulus sarjana dan memiliki STR akan dilibatkan bersama untuk pencanangan serempak diseluruh sekolah dari umur 9 tahun sampai usia 15 tahun,” ujarnya, Senin (9/7) kemarin.

Ditanya jumlah anak yang akan divaksin, Yulhaidir belum dapat memastikan. Menurut dia, pihaknya masih berkoordinasi dengan PAUD se Beltim, sekolah SD dan SMP serta data jumlah bayi. Pekerjaan tambahan data anak yang akan divaksin juga meliputi anak putus sekolah namun belum berusia 15 tahun.

“Mudah-mudahan dirapat terakhir, untuk finalisasi kita data kolektif secara keseluruhan sudah terpenuhi. Paling-paling tinggal bagaimana menyelesaikan yang putus sekolah dengan usia dibawah 15 tahun. Nanti kita akan koordinasi dengan Desa setempat dan mulai merekap data di sekolah masing-masing, itu nanti kewenangan di kawan-kawan Dindik,” jelas Yulhaidir.

Yulhaidir sekali lagi menegaskan bahwa Dinas Kesehatan meminta dukungan penuh seluruh pihak yang dilibatkan dalam upaya mencapai target vaksinasi. Sehingga Kabupaten Beltim benar-benar bebas penyebaran virus rubella seperti yang terjadi di pulau Jawa.

“Makanya kemarin kita meminta dukungan seluruhnya dalam rangka kampanye ini supaya nanti target yang ingin dicapai Provinsi Babel benar-benar terealisasi. Syukur-syukur bisa mendekati 100 persen, jadi tidak ada lagi kendala semua yang usia itu sudah kita tangani,” jelasnya.

Berkaitan dengan gejala, Yulhaidir menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada jajaran teknisnya. Sebab merekalah yang paling mengetahui efek yang ditimbulkan ketika tidak mengikuti vaksinasi terhadap campak atau rubella, seperti kemungkinan cacat, kebutaan termasuk perkawinan usia muda.

“Prinsipnya karena ini sudah dicanangkan di pulau Jawa dan ini kebijakan pak presiden, luar pulau jawa pasti harus dilakukan kampanye. Jadi kita ikut program nasional dan kebetulan kemarin pak Gubernur menjadi pemantau dan kita sudah masuk,” ulasnya.***

Related Search

Tags:
author

Author: