banner 728x90

Dinkes Lanjutkan Pemberian Vaksin MR

Yulhaidir

MANGGAR – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Beltim melanjutkan kembali pemberian vaksin Measles Rubella (MR) yang sempat tertunda beberapa waktu. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, Muhammad Yulhaidir kepada Belitong Ekspres.

“Sampai hari ini, kami baru mulai dari kemarin (Senin) pula. Di beberapa titik, ini dimulai tahap kedua. Nah jadi untuk vaksin yang sempat tertunda, memang Bangka Belitung dari progress 34 Provinsi (sama) dengan Aceh cukup jauh. Mungkin di urutan paling rendah,” ujar Yulhaidir, Selasa (14/8) kemarin.

Penundaan yang terjadi di seluruh Kabupaten/Kota se Provinsi Bangka Belitung terkendala menunggu regulasi-regulasi dan kebijakan. Namun setelah ada pertemuan antara Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung dengan MUI yang ada di Provinsi, akhirnya dapat dilanjutkan semua.

“Alhamdulillah di tujuh Kabupaten/Kota sudah dilanjutkan dan kebetulan kita (Beltim) sudah berjalan dan hari ini kita akan kejar target. Memang ini progress kita dibandingkan Provinsi lain, Bangka Belitung memang cukup kecil, kurang lebih baru dibawah 7 persen. Mungkin hati ini bisa nambahlah, kalau kemarin kita hitung baru sekitar 7-8 persen yang untuk per tanggal 13 Agustus,” bebernya.

Yulhaidir menyebut, vaksinasi MR masih memungkinkan kejar target seperti batas waktu vaksin yakni September 2018. Mengingat panjangnya waktu, Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim menyatakan siap untuk tetap menjalankan secara keseluruhan.

“Meskipun ada juga keraguan beberapa orang tua dan kita mahfum karena ketidaktahuan informasi diawal. Tapi spare waktu yang panjang, saya pikir tidak masalah. Kalau sosialisasi dirasa kurang untuk ditambah, kita siap masuk menjelaskan di beberapa tempat. Secara umum sudah berjalan semua karena satu sekolah bisa sampai 3 hari,” jelasnya.

Yulhaidir optimistis seluruh anak di Kabupaten Beltim bisa divaksin apalagi dengan gencarnya sosialisasi melalui media elektronik nasional. Tugas yang harus dilakukan Dinas Kesehatan hanyalah menjadwalkan ulang vaksinasi MR yang sempat tertunda.

“Pada umumnya semua telah berpartisipasi dan kebetulan sudah diiklankan secara nasional. Sudah jelas itu, dan mudah-mudahan apa yang ditargetkan Provinsi sekitar 90 persen bisa tercapai. Paling PR itu, ada sisa scedule yang tertunda dan akan kita lakukan pula dan kita atur ulang,” kata Yulhaidir.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengirimkan surat edaran pada bupati dan gubernur tentang pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR). Dalam surat edaran tersebut Menkes menyebutkan bahwa imunisasi MR boleh ditunda untuk sementara bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan atau kebolehan vaksin MR.

“Pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sedangkan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar’i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR,” kata Menteri Nila dalam surat edaran yang dikutip di Jakarta, Senin (6/8).

Surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 ditujukan kepada para gubernur dan bupati di seluruh Indonesia yang dikirim pada Senin (6/8) siang. Namun Menkes mengingatkan dampak akibat penyakit campak dan rubella yang bisa merugikan masa depan bangsa Indonesia. (msi)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: