banner 728x90

Dirut PT B3S “Ditatar” Dewan

PANGKALPINANG – Dirut BUMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (B3S), Muhammad Irham selama satu setengah jam pertemuan bersama Komisi II DPRD Babel, ditatar untuk bangkit dari keterpurukan.
Ketua Komisi II DPRD Babel Antonius Uston menyampaikan, pertemuan dengan BUMD Babel bukan untuk menghakimi, melainkan dalam rangka jadwal intern komisi untuk memberi semangat bagi perusahaan milik daerah itu agar dapat menguntungkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita panggil guna mengetahui kinerja dan target PT B3S di 2015 mendatang. Perusahaan itu harus jelas progres kerjanya. Apalagi soal Perda tahun 2008 yang masih menyisakan Rp4 miliar yang belum dikucurkan ke BUMD. Oleh karenanya, kita mau mengetahui layak atau tidak diperjuangkan agar anggaran itu dicairkan,” jelasnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (2/12).
Dalam pertemuan itu, ia menilai, Dirut BUMD Babel adalah sosok baru yang belum terlalu banyak pengalaman. Namun karena masih muda, ia berharap agar mindset atau pola pikir serta tanggungjawab yang diemban berbeda dan lebih baik.
“Ini orang muda, dan kita yakin mindset-nya berbeda dan tidak untuk kepentingan jangka pendek. 2015, kita melihat program-program yang ada di BUMD masih diminati orang ramai, seperti pertimahan. Ini yang mau saya ubah Mindset-nya. Seharusnya mereka mencari peluang-peluang yang tidak menarik bagi orang, tapi menarik bagi kita. Ini barang tidak layak jual, ditangan saya ini layak jual. Kita berharap BUMD bisa meningkatkan ekonomi masyarakat ketika dia masuk kedalam situ dan masuk dalam segi sosial,” tuturnya lagi.
Antonius kembali menjelaskan, diundangnya BUMD Babel bertujuan untuk meminta agar setiap target yang dicanangkan harus dipenuhi. “Tapi kami disini untuk menyampaikan agar BUMD Survive. Rp 4 miliar akan kami bantu untuk mencairkan, namun harus disampaikan benar-benar kerja dan target yang kami minta untuk dipenuhi. Tapi sekarang, BUMD belum berani memberikan target,” katanya.
Sementara itu, Dirut BUMD Babel Muhammad Irham menyampaikan, pertemuan dengan Komisi II guna mempertanyakan kinerja dan target BUMD. “Karena masih baru, program baru bisa berjalan di tahun 2015. BUMD sekarang modalnya sangat minim, agar bisa Survive. 2015 kita lagi menjajaki ponton isap produksi dengan PT Timah. Ada dua perusahaan, salah satunya kita (BUMD),” ungkapnya.
Disinggung agar BUMD memanfaatkan sumber daya alam lainnya, Irham menyebutkan bahwa untuk saat ini BUMD Babel masih dalam tahap survive dan belum berani memasang target. “Untuk yang lain-lain kita tidak berkhayal tinggi. Kita masih dibidang pelayanan dan jasa. Dan kami belum ada target, karena masih Survive,” tukasnya. (iam)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: