banner 728x90

Disperindag Sidak Sembako Jelang Idul Adha

PANGKALPINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangka Belitung (Babel), akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) sembilan bahan pokok, guna mencegah penimbunan sembako menjelang Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah.
“Saat ini tim gabungan melakukan sidak sembako di sejumlah pasar tradisional di kabupaten/kota,” kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto, Selasa (22/9).
Ia menjelaskan kegiatan sidak sembako ini, dalam upaya pemerintah menekan kenaikan harga sembako tinggi yang akan memberatkan perekonomian masyarakat menjelang Lebaran.
“Potensi penimbunan sembako menjelang lebaran cukup tinggi, karena pemintaan sembako masyarakat yang mengalami peningkatan dalam menyambut Idul Adha,” ujarnya.
Menurut dia saat ini harga berbagai kebutuhan seperti daging sapi, ayam, cabai, bawang dan sayur mayur lainnya sudah mulai mengalami kenaikan, karena permintaan masyarakat yang cukup tinggi.
“Jangan sampai pedagang memanfaatkan momentum lebaran ini, dengan menimbun untuk menaikkan harga barang di atas kewajaran yang memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu,” jelasnya.
Untuk itu, kata dia, diimbau pedagang tidak menaikkan harga sembako terlalu tinggi dan masyarakat melapor jika melihat, mengetahui, mendengar informasi praktik penimbunan sembako ini.
“Kita akan menindak tegas pelaku penimbunan sembako ini, agar mereka jera dan menjadi pelajaran bagi pedagang lainnya untuk tidak melakukan praktik-praktik curang yang merugikan masyarakat,” bebernya.
Sementara Marhoto menjamin stok beras di sejumlah distributor cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat merayakan Idul Adha.
“Saat ini stok beras mencapai 3.949 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan mendatang,” terangnya.
Ia menjelaskan sebanyak 3.949 ton stok beras tersebar di 10 distributor di kabupaten/kota dengan rincian stok beras di gudang P.Bina Purnama Bersama 650 ton, Bangka Alam Sejahteraa 1.200 ton, Akon 40 ton, Bulog 994 ton.
Stok beras di gudang beras toko Hartono 30 ton, toko Kim Nyuk 45 ton, UD Mayar Jaya Belitung 400 ton, CV AS 15 ton dan stok beras PT Globus Internusa Belitung 375 ton.
“Diperkirakan harga beras menjelang dan setelah Lebaran ini, tidak akan mengalami kenaikan yang akan memberatkan perekonomian masyarakat merayakan Idul Adha,” imbuhnya.
Saat ini, kata dia, harga beras merek AAA dan 118 masih bertahan normal Rp11 ribu per kilogram, merek RM dan TR bertahan Rp11.500 per kilogram.
“Menjelang Lebaran Qurban ini, permintaan beras masyarakat belum mengalami peningkatan yang akan berdampak terhadap kenaikan harga beras di pasaran,” lanjutnya.
Menurut dia permintaan beras di pasaran masih normal, karena adanya percepatan pembagian beras raskin kepada masyarakat kurang mampu, sehingga persediaan beras di masing-masing rumah tangga cukup untuk kebutuhan Lebaran.
“Kita berharap distributor terus menambah pasokan, agar ketersediaan beras masyarakat selalu mencukupi dan mencegah kenaikan harga beras,” tandasnya. (ant/rb)

Related Search

Tags:
author

Author: