banner 728x90

Disperindagkop Tak Berdaya Soal Daging Beku

*Kesulitan Mengambil Daging Beku dari Bulog Palembang

MANGGAR-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terkesan tak berdaya mendatangkan daging beku dari luar daerah untuk lebaran nanti.

Pasalnya, Disperindagkop Beltim hingga kini mengaku kesulitan mengambil pasokan daging sapi beku dari Bulog Palembang. Hal itu mengingat resiko kerusakan daging akibat jarak tempuh yang cukup jauh.

“Agak berat kalau mengambil dari Bulog Palembang. Mereka tidak menyediakan angkutan dan kita diminta menyiapkan mobil cool storage,” ungkap Kepala Disperindagkop Beltim, Syahrial Senin (27/6) kemarin.

Syahrial menambahkan, upaya negosiasi dengan Bulog untuk mendatangkan daging sapi beku dari Jakarta pun sudah dilakukan. Namun permintaan tersebut ditolak dengan alasan jatah daging sapi wilayah Bangka Belitung harus diambil melalui Bulog regional Palembang.

“Kesulitan kita di situ, Bulog yang di sini (Tanjungpandan) hanya unit, untuk regionalnya di Palembang. Jadi sepertinya tidak mungkin mengambil daging dari sana. Kalau dipaksakan, kemudian daging busuk, siapa tanggungjawab,” ujarnya dengan nada bertanya.

Meski demikian, pihak Disperindagkop tetap berupaya mendatangkan daging sapi beku dari luar daerah melalui pengusaha. Hanya saja, harga daging perkilo tidak bisa mengikuti harga eceran yang diinstruksikan Presiden.

“Presiden kan mintanya harga daging Rp. 85 ribu perkilo. Nah, di sini cukup sulit karena harus memperhitungkan ongkos angkut. Idealnya, Rp. 100 ribu perkilo. Kita tetap akan upayakan daging sapi agar harga dapat terkontrol,” kata Syahrial.

Syahrial juga mengaku telah berkoordinasi dengan SKPD terkait yang membidangi Peternakan. Informasi sementara didapat, pasokan sapi potong dari Madura sudah masuk ke pulau Belitung.

“Kabar yang saya dapat, kemaren sudah datang sapi potong dari Madura sebanyak 130 ekor. Tapi itu bagi dua, sebagian di Beltim sebagian lagi di Belitung,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setda Beltim Hendri Yani menyatakan penetapan HET daging sapi oleh Pemkab Beltim tidak dilakukan tahun ini. Kondisi ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya yang penentuan harga dilakukan bersama pengusaha sapi setempat.

“Gimana mau netapkan (HET), Presiden sudah menetapkan HET Rp. 85 ribu perkilo. Paling yang bisa kita lakukan adalah melakukan pengawasan,” singkatnya. (feb)

Related Search

Tags:
author

Author: