banner 728x90

DLH akan Cek CV MAL

banner 468x60

*Ali: CV MAL Pernah Dapat Raport Merah

KOBA– Menyikapi adanya keluhan warga terhadap bau busuk yang ditimbulkan dari aktifitas pabrik CPO CV. Mutiara Alam Lestari (MAL), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung. Pengecekan yang dilakukan ini berkaitan dengan pengolahan limbah yang dilakukan oleh perusahaan pabrik CPO yang berdomisili di Kota Koba ini. Selain itu, pengecekan juga dilakukan terhadap dugaan pembakaran tandan buah sawit bekas pengolahan yang dibakar di tengah lahan perkebunan sawit perusahaan tersebut dan kondisi air baku Sungai Guntung mulai dari hulu hingga hilir.

banner 300x250

Hal ini ditegaskan Kepala DLH Bangka Tengah, Ali Imran. Dikatakannya, dari pemberitaan media massa pada Jum’at (02/06) kemarin pihaknya sudah mendapat gambaran awal mengenai keluhan warga di Kota Koba.  “Dari pemberitaan itu sudah kita tindaklanjuti. Staf saya sudah saya panggil untuk langsung melakukan pengecekan ke pabrik CV MAL,” ujarnya saat dijumpai Babel Pos, Senin (05/06) kemarin.

“Ada beberapa pengecekan yang kita lakukan, yakni sistem pengolahan limbah, kondisi air baku Sungai Guntung apakah mengalami pencemaran atau tidak dan pengecekan lapangan mengenai apakah ada pembakaran atau tidak. Ini akan kita cek betul, karena sudah jelas bahwa perusahaan dilarang membakar. Sebab, bisa menyebabkan polusi udara,” sambungnya.

Ali mengungkapkan sebenarnya pihaknya dalam setahun melakukan sebanyak dua kali pengecekan sample air baku khusus sungai. Kebetulan kegiatan pengecekan di tahun 2016 kemarin itu untuk sungai Guntung tidak diambil sample-nya. Makanya, pada tahun 2017 sample air Sungai Guntung akan diambil sample-nya untuk dicek kondisi air bakunya apakah tercemar atau tidak.  “Kalau untuk di kolam aplikasi lahan (land aplikasi), kita melakukan uji sample untuk mengetahui apakah melebihi baku mutu air limbah atau tidak yang sesuai dengan baku mutu air limbah untuk kegiatan sawit sebagaimana tertuang dalam Kepmen LH Nomor 2829 tahun 2003 tentang air limbah. Dari hasil uji sample air yang kita lakukan ini disimpulkan tidak melebihi baku mutu,” ungkapnya.

“Hasil pengujian ini ada 8 parameter, yakni pH, BOD, COD, logam Cu, Cn, Pb dan Cd minyak dan lemak. Pengujian ini kita ambil pada 27 Maret 2017 kemarin khusus di land aplikasi yang terdapat di samping pabrik,” lanjutnya.

Ali menyampaikan dari hasil kajian yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di tahun 2015 kemarin, CV. MAL mendapat raport merah. Raport ini didapat karena dinilai buruk dalam pengelolaan limbah air dan udara. Semuanya yang termasuk dalam IKL dan RPL, pengelolaannya dinilai buruk. Kemudian di tahun 2016 awal mendapat raport merah kembali dan hasil perbaikan di akhir 2016 baru mendapat raport biru atau dinilai baik.  “Tapi, kita gak tahu ya yang namanya pengujian sample itu bisa saja dipengaruhi waktu. Jadi, kondisinya bisa berubah-ubah setiap waktu. Makanya, ini akan kita tindaklanjuti kembali dengan segera turun ke lapangan,” lugasnya.

“Untuk kelas paling rendah hasil kajian Kementerian LHK itu hitam. Jika sudah dua atau tiga kali hitam, ijin operasional itu dicabut yang dimulai dari sanksi administratif hingga sanksi paksaan. Jadi, tingkatannya itu mulai dari terbawah, yakni hitam, merah, biru, hijau dan emas atau gold,” tambahnya.

Sebelumnya, diberitakan Babel Pos Edisi Jum’at (02/06) kemarin warga Kota Koba sempat mengeluhkan merebaknya bau busuk limbah CV MAL yang terjadi pada malam hari. Ketika harian ini menindaklanjuti ke lapangan, ditemukan pembakaran tandan buah sawit eks pengolahan di tengah lahan perkebunan sawit perusahaan tersebut. Aktifitas pembakaran ini menimbulkan asap yang sangat pekat dan tebal yang dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya polusi udara. Selain itu, di sejumlah titik perbatasan lahan perkebunan yang berbatasan langsung dengan Sungai Guntung ditemukan sejumlah pipa. Tidak diketahui secara jelas untuk apa fungsi pipa ini. Namun, pihak CV MAL melalui Manajer Pabrik Ubaydillah telah menyangkal bahwa pipa tersebut digunakan sebagai pengendali lahan perkebunan agar tidak banjir.

Selain itu, Ubay juga menyangkal bau busuk yang dikeluhkan warga tersebut akibat aktifitas pabrik CV. MAL. Bahkan, ia menantang warga untuk datang langsung ke pabrik untuk membuktikan bau busuk tersebut ada atau tidaknya di pabrik. Demikian juga dengan aktifitas pembakaran tandan buah sawit bekas pengolahan, menurut Ubay tidak ada sama sekali sengaja dilakukan pembakaran. Kalaupun ada pembakaran, menurut Ubay mungkin pembakaran dalam kapasitas kecil saja. Malah, terkadang disampaikannya bahwa ada masyarakat justru yang meminta untuk dibakar.(obh)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
DLH akan Cek CV MAL,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: