banner 728x90

Dugaan Pembalakan Liar di Gunong Tajam, Kayu Bulin Dibabat Habis

Dua orang pengunjung saat melihat puing-puing kayu bekas pembalakan liar di Hutan Gunong Tajam.

//Diduga Ada Keterlibatan Oknum
//Polsek Badau Lakukan Penyelidikan

BADAU – Aksi pembalakan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab terjadi di kawasan Hutan Gunong Tajam, Gurok Paku, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Kurang lebih ratusan jenis kayu, salah satunya kayu Bulin dibabat habis oleh mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres di lokasi menyebutkan, penebangan kayu yang membabi buta ini telah dilakukan sejak beberapa minggu belakangan. Lokasinya pun masuk diduga kawasan hutan lindung.

Bahkan kabar perambahan hutan tersebut sempat heboh di media sosial Facebook. Penebang liar ini membabat kayu Bulin, yang hampir punah. Proses kerja yang dilakukan oleh oknum-oknum ini yakni memotong kayu menggunakan dengan mesin senso.

Setelah itu, kayu tersebut diturunkan ke bawah dan dibawa kabur. Diduga dalam kasus ini ada kong kalikong antara penebang kayu ilegal dengan pihak lain. Bahkan, mereka bermain sangat licin.

Pihak aparat desa setempat pun tidak mengetahui adanya kabar pembalakan liar ini. Meski sempat ramai diperbincangan di dunia maya. Akibat penebangan liar tersebut, negara ditaksir mengalami kerugian kurang lebih ratusan juta.

“Kami tidak tahu adanya penebangan liar ini,” aku Sekertaris Desa (Sekdes) Badau Anwar Isnen, kepada Belitong Ekspres, Senin (12/3) kemarin. Meski demikian setelah in, pihak desa akan berkoordinasi dengan Polsek Badau, mengenai kasus tersebut.

Dari pantauan Belitong Ekspres yang melakukan investigasi langsung di lokasi terlihat tidak adanya aktivitas penambangan di Hutan Gunong Tajam. Yang terlihat hanya ada puing-puing kayu bekas gergaji mesin senso.

Dari keterangan sejumlah sumber menyebutkan, pembalak liar menghentikan aktivitasnya pasca ada pemberitaan di salah satu grup Facebook yang ada di Belitong. Kemungkinan, setelah itu mereka akan kembali beraksi.

“Sebelumnya mereka aman karena sudah berkoordinasi dengan oknum. Pembalakan ini jelas nyata. Hingga dari Pemandian Batu Mentas, suara mesin senso terdengar,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya.

Kapolsek Badau Iptu Chandra Satria Adi Pradana, Sik saat dikonfirmasi mengakui sudah mendengar adanya kabar itusejak Sabtu (10/3) lalu. Saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait kasus pembalakan liar di Hutan Gunong Tajam.

Dijelaskan Iptu Chandra, ada beberapa langkah akan dilakukan. Pertama melakukan pengecekan lokasi dengan menggunakan GPS. Setelah itu, mencari pelaku dugaan pembalakan liar tersebut.

“Hari ini (kemarin,red) anggota sudah terjun langsung, untuk memantau lokasi. Setelah itu, kami akan lakukan penyelidikan. Tentunya dengan hasil dari pantauan hari ini,” kata AKPOL 2012 ini kepada Belitong Ekspres.

Namun demikian, dia masih belum bisa mempublikasikan hasil penyelidikan kemarin. Ketika disinggung mengenai adanya oknum aparat yang terlibat membekingi penebangan ini, Candra masih belum bisa berkomentar banyak.

“Nanti kita akan buka. Kita akan sampaikan hasil penyelidikan kami. Untuk oknum yang membeking, jika memang terbukti, kami akan melaporkan ke pimpinan,” pungkasnya. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: