banner 728x90

Erzaldi Minta Turunkan Tarif PPJU

banner 468x60

*Guna Meringankan Beban Masyarakat

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menggelar rapat dengan sejumlah kepala daerah, PLN, Ombudsman, YLKI, serta instansi terkait guna membahas rencana Penurunan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU). Saat ini, PPJU diambil 10 Persen dari total pembelian Token atau Pulsa Listrik.

Erzaldi berharap tarif pajak masih bisa diturunkan sehingga bisa meringankan beban masyarakat. Saat ini dia menilai besaran tarif banyak dikeluhkan masyarakat.

banner 300x250

“Kita harus sepakat menetapkan besaran ini, misalnya masih banyak lebih, apa kita tega mengambil hak mereka terutama yang kurang mampu dengan PPJU ini. Kita sama-sama menurunkan ke titik paling rendah, Bateng, pangkalpinang, Bangka, Bangka Barat itu kan 10 persen, Bangka Tengah 8 persen, Basel 7 persen, Belitung dan Beltim 6-8 persen,” katanya.

Sebelumnya, Erzaldi menilai dengan besarnya pajak ini semakin menyusahkan masyarakat. Apalagi belum semua masyarakat miskin menikmati penerangan jalan di wilayah perkotaan. “Kan kasian, orang miskin masa disamaratakan, belum tentu dia ke kota setiap malam. Ini baru pertimbangan saya, kalau begini harus sama rata, kita ambil angka relatif bagus bukan berarti kurangi,” ucapnya.

Markus : Kami Prioritaskan Warga Kurang Mampu

Dalam rapat dengar pendapat, tampak hadir Wakil Bupati Bangka Barat, Markus. Pasangan dari Bupati Parhan Ali itu mengatakan pihaknya akan mengedepankan warga kurang mampu dalam upaya penurunan tarif pajak PPJU ini. Selama ini, dirinya menilai tarif pajak ini telah memberatkan masyarakat dan dirinya kerap menerima keluhan masyarakat terkait masalah tersebut.

“Sudah lama kami pikirkan rencana penurunan PPJU, karena sudah banyak masyarakat yang mengeluh. Rencananya, kami akan prioritas warga kurang mampu dulu,” kata Markus usai kegiatan.

Markus mengharapkan Gubernur Babel segera mengeluarkan semacam Surat Keputusan atau Surat Edaran, untuk kemudian diteruskan ke DPRD Babar.

Menurut dia, penurunan PPJU ini tidak mudah karena sebelumnya sudah ditetapkan dengan Perda, sehingga perubahan pungutannya juga harus merevisi Perda.

“Persoalan ini harus ditangani  bersama-sama.Gubernur kami harapkan mau keluarkan SK atau SE, nanti saya akan membahas rencana Penurunan PPJU ini dengan Bupati dulu, baru kemudian kami bahas dengan DPRD Babar. Penurunan PPJU ini bukan perkara mudah, Perda juga harus dirubah, ribet juga urusannya. Dan perubahan Perda itu harus dibahas bersama nanti dengan DPRD,” tukasnya. (Fiz)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: