banner 728x90

FKDM Beltim Ingatkan Bahaya Laten Komunis

ilustrasi

MANGGAR – Momentum Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober seharusnya mengingatkan bangsa Indonesia akan bahaya laten komunis. Termasuk ancaman disintegrasi lain yang akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Mengingatkan akan hal tersebut, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Beltim, Mat Zani MZ menganggap pentingnya pendidikan wawasan kebangsaan dan penataran P4 seperti yang dilaksanakan sebelum reformasi tahun 1998. Ia mengkritik atas hilangnya ketetapan MPR yang mengatur hal tersebut.

“Sebelum kejadian pemberontakan G30S/PKI tahun 1965, dulu ada namanya penataran P4 (Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila). Dengan TAP MPR nomor 2 tahun 1978. Kemudian, setelah Tap MPR, tidak tau kemana menjadi hilang. Sekarang ini masyarakat Indonesia tidak mengerti nilai-nilai luhur pancasila,” ujar Mat Zani seusai menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila di kantor Bupati Beltim, Senin (1/10) kemarin.

Menurutnya, pengamalan pancasila melalui butir-butir yang terkandung didalamnya sudah jauh dari setiap warga negara. Padahal, para pendiri bangsa sudah meletakkannya jauh sebelum masa kemerdekaan.

“Karena didalam pancasila ada 36 butir, sebenarnya nilai itu harus terpatri dalam sanubari atau lubuk hati setiap bangsa Indonesia. Jadi mereka mengetahui apakah ketuhanan YME, apa sih kemanusiaan yang adil dan beradab, apa sih persatuan Indonesia. Dalam hal ini, mereka hanya tahu pancasila saja tapi dasar yang akan terpatri dalam hati tidak tahu,” sebut Mat Zani.

Karenanya, Mat Zani menyatakan FKDM akan memprioritaskan program di tahun 2019 dengan menggandeng multi pihak dalam mewujudkan UUD 1945 dan pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia. Menggugah semangat berbangsa dan bernegara agar kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga.

“Dalam hal ini, kami akan segera berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan (Beltim) agar dari pusat sampai daerah dapat kembali mengembalikan materi UUD 1945 dan nilai-nilai luhur pancasila,” tukasnya. (msi)

Related Search

Tags:
author

Author: