banner 728x90

Gali Nilai Pemuda Dengan Lintas Alam

Salah satu peserta lomba Lintas Alam Pemuda yang digelar Dispora Beltim sedang berjuang melintasi air sebelum sampai di Posko Panitia Pemantau. Lomba diikuti 80 peserta dari berbagai Kecamatan.

MANGGAR – Generasi muda khususnya remaja dan pemuda harus mampu menggali nilai perjuangan pemuda Indonesia yang telah membuat kesepakatan pada tanggal 28 Oktober 1928. Nilai tersebut tetap masih relevan meskipun sudah terjadi 90 tahun lalu dalam rangka menjaga semangat perjuangan mereka.

Salah satu kegiatan yang digagas Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Beltim menyambut Sumpah Pemuda adalah Lintas Alam Pemuda. Kegiatan yang dilaksanakan rutin tersebut, tahun ini diikuti cukup antusias dan mengalami peningkatan.

“Kegiatan ini (lintas alam pemuda, red) adalah rutin dilaksanakan. Pada hari ini tingkat partisipasi untuk mengikuti kegiatan melebihi 50 persen. Tahun lalu hanya diikuti 40 regu, tahun ini mencpaai 80 regu,” ungkap Kepala Dispora Kabupaten Beltim Gustav Pilandra ditemui disela-sela kegiatan Lintas Alam Pemuda yang mengambil start di Pantai Nyiur Melambai, Ahad (21/10) kemarin.

Gustav mengatakan, kegiatan Lintas Alam Pemuda sengaja menargetkan pemuda sebagai peserta. Baik yang masih berstatus pelajar maupun umum. “Lintas alam memupuk semangat jiwa generasi muda terhadap disiplin, menggali nilai patriotisme generasi muda berkaca pada sumpah pemuda 28 Oktober 1928,” kata Gustav.

Ia menekankan agar pemuda tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Perkembangan teknologi yang saat ini bisa dinikmati siapa saja, tetap harus terkontrol agar persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa tetap utuh.

“Kita harapkan dengan situasi sekarang, banyak hoaks, jiwa-jiwa nasionalisme dan patriotisme seperti yang disampaikan para pemuda di tahun 1928, mereka (pemuda) tergugah menumbuhkembangkan kembali semangat juang itu,” sebut Gustav.

Untuk kegiatan lomba Lintas Alam Pemuda, setiap peserta terdiri dari beregu dengan empat orang. Penilaian Lintas Alam Pemuda bukan hanya mengutamakan fisik tetapi kecerdasan dan pengetahuan peserta tetap dimaksimalkan. Terdiri atas enam pos, peserta akan diminta menunjukkan yel-yel sebagai bukti kekompakan dan menjawab soal-soal yang disusun panitia sebagai bukti kemampuan pengetahuan.

“Dalam kegiatan pelaksanaan kegiatan diharapkan peserta mengikuti aturan dan tata tertib yang telah disusun panitia. Peserta juga diberikan limit waktu tetapi yang paling penting adalah mari bersama menjaga keselamatan sehingga bisa menyelesaikan lomba dengan baik,” kata Gustav. (msi)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: