banner 728x90

Gebyar Seni IKPB Jogja 2019 Bius Para Penonton

Suasana penonton memadati Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, untuk menyaksikan Pagelaran Seni Budaya Belitong 2019. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Dies Natalis IKPB ke 64 tahun dengan mempersembahkan Gebyar Seni IKPB  Jogja 2019, Minggu (12/05) malam.

Suasana penonton memadati Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, untuk menyaksikan Pagelaran Seni Budaya Belitong 2019. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Dies Natalis IKPB ke 64 tahun dengan mempersembahkan Gebyar Seni IKPB Jogja 2019, Minggu (12/05) malam.

*Angkat Cerita Novel Karya Ian Sancin Berjudul “Arai”

Ratusan penonton memadati Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, untuk menyaksikan Pagelaran Seni Budaya Belitong tahun 2019, dalam rangka memperingati Dies Natalis IKPB ke 64 tahun.

IKPB Yogyakarta dengan bangga mempersembahkan Gebyar Seni IKPB Jogja 2019. Gebyar IKPB 2019 yang digelar Minggu (12/05) malam, mengangkat sebuah cerita yang diadaptasi dari Novel Karya Ian Sancin dengan Judul “Arai”.

Ketua IKPB Yogyakarta Syahrizal mengatakan, dirinya sangat bangga melihat antusias penonton yang datang dari berbagai kalangan baik mahasiswa asal Belitung maupun luar Belitung.

“Sungguh kebahagiaan luar biasa, banyak tamu-tamu besar yang hadir. Tak kalah juga antusias para penonton yang dari sebelum open gate jam 7 malam tadi la ramai urang ngantri nak masok. Alhamdulillah ramai, ” katanya kepada Belitong Ekspres.

Pementasan ini menceritakan tentang kisah cinta beda budaya seorang pangeran siasip dari Kerajaan Balok dengan putri Alina Guan. Sengketa cinta Siasip dan Alina berjalin dengan sengketa takhta kerajaan.

“Pangaren Siasip merupakan pangeran yang akan menjadi penerus Kerajaan Balok. Namun, setelah Putri Alina Guan menghilang, Siasip bertekad tidak akan menduduki kekuasaan sebelum kekasihnya dia temukan,” paparnya.

Dia melanjutkan, Gebyar IKPB Jogja dilaksanakan selain untuk memperingati Dies natalis IKPB yang ke 64, juga sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Belitong di Jogja terhadap budaya daerah.

“Mahasiswa di tanah rantau pastinye memiliki bakat-bakat yang bisa dikembangkan. Melalui gebyar seni ini kamek mencoba mengembangkan bakat tersebut guna bisa menunjukkan jika kite memiliki kepedulian terhadap budaya daerah meski di tanah rantau,” paparnya.

Pemuda asal Pulau Seliu ini berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi perhatian bagi pemerintah, dengan generasi Belitong yang ada saat ini. “Kamek berharap hal seperti ini bisa menjadi perhatian dari pemerintah daerah Belitong. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa,” harapnya.

Selanjutnya, dia duga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu berlangsungnya kegiatan ini. Sebab, tanpa bantuan mereka mungkin kagiatan ini tidak terlaksana dengan baik dan sukses.

” Makaseh kepada kawan panitia, pemain, sponsor serta pemerintah serta pihak yang membantu terlangsungnya acara Gebyar Seni IKPB Jogja 2019 ini,” pungkasnya. (dod)

Related Search

Tags:
author

Author: