banner 728x90

Gilanya Peredaran Narkoba

belitongekspres.co.id, LUAR biasa. Dua kata ini kita mesti kita ucapkan terhadap kasus penggagalan peredaran narkoba jenis sabu di Banten, Kamis (13/7). Karena jumlahnya tidak tanggung-tanggung. 1 ton. Itu berarti 1.000 kilogram. Itu juga berarti bernilai Rp1 triliun lebih. Dan itu juga berarti sabu sebanyak itu bisa digunakan oleh 5 juta manusia. Begitu ”gilanya’’ peredaran narkoba di negeri ini. Lebih gilanya, Kepala BNN Budi Waseso juga melontarkan kalimat bahwa sebelumnya diketahui pernah ada pengiriman yang jauh lebih besar. Lebih dari 1 ton. Berarti dahsyat.

Ini menandakan Indonesia sudah dalam taraf darurat narkoba. Indonesia jadi tujuan menggiurkan bagi gembong narkoba skala internasional. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta, mereka melihat pasar peredaran yang amat potensial. Berbagai cara dan upaya akan mereka tempuh. Banyak yang bertaruh badan untuk memasukkan barang haram tersebut. Walaupun tak sedikit yang ditangkap, tapi jumlah pemasok dan pengedar tidak kunjung kurang. Malah lebih berani. Kabar terbaru, kembali diutarakan Budi Waseso, gembong narkoba internasional ini punya terknologi canggih untuk melancarkan upaya mereka meloloskan narkoba yang tidak dimiliki BNN atau polisi. Dahsyat, kan.

Ironisnya lagi, peredaran narkoba itu lalu lalang di sekitar kita. Riau adalah jalur sutranya narkoba. Banyak terungkap, narkoba jenis sabu itu dipasok dari Negeri Tirai Bambu, kemudian masuk ke Riau melalui negara tetangga. Terakhir berhasil digagalkan 4 kilogram sabu-sabu melalui perairan Bengkalis. Data yang dirilis pengungkapan narkoba di Riau, sepanjang Januari-Juli 2017 saja, digagalkan peredaran sabu-sabu sabanyak 55,8 Kg, Ekstasi 162.900 butir, ganja 93,8 Kg dengan tersangka sebanyak 1.002 orang. Jumlah itu meningkat dari sepanjang tahun 2016 yaitu sabu sebanyak 18,2 Kg. Narkoba yang berhasil digagalkan di Banten itu awal masuknya disebutkan melalui Riau. Kan, Riau adalah jalur sutranya peredaran narkoba.

Upaya penegak hukum, terutama BNN dan pihak kepolisian kita yakini saja maksimal. Kalau kendala teknologi yang kalah dengan gembong semestinya tidak menjadi masalah. Negara harus memenuhinya. Karena dasarnya jelas, narkoba adalah kejahatan yang tidak bisa ditolerir akan merusak bangsa ini dalam jangka pendek hingga panjang. Tapi, melihat massifnya arus masuk narkoba itu ke Riau dan diyakini masih banyak yang tidak terungkap, cara melawannya tidak hanya bisa menggunakan kacamata BNN dan Polri. Cara terbaik dan efektif itu adalah pelibatan masyarakat.

Masyarakat, baik perorangan, kelompok, organisasi, sosial hingga keagamaan harus berada di garda terdepan. Peran paling kecil yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah melaporkan kepada penegak hukum. Jadikan manusia Indonesia ini sebagai informan peredaran narkoba. Tapi dengan jaminan, penegak hukum bekerja lebih cepat dan lebih gesit. Laporan sekecil apapun harus didalami oleh penegak hukum. Untuk Riau, masyarakat di pesisir pantai di Riau harus dilakukan gerakan sadar anti narkoba. Sadarkan mereka bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba itu tidak sebanding dari uang kurir yang mereka terima dalam membantu gembong melancarkan usahanya memasukkan narkoba itu. Semoga kita mampu menjaga keluarga kita Indonesia ini dari bahaya laten narkoba itu. (**)

Related Search

Rate this article!
Gilanya Peredaran Narkoba,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: