banner 728x90

Gubernur Minta Gaji Pasukan Kuning UMR

PANGKALPINANG – Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Johan sempat terkejut ketika mendengar gaji honorer petugas kebersihan atau yang dikenal dengan Pasukan Kuning Kota Pangkalpinang hanya sebesar Rp1,3 juta perbulan. Katanya, jumlah tersebut sangatlah kecil dan tidak sesuai dengan tugas dan tanggungjawab pasukan kuning dalam menjaga kebersihan Kota Pangkalpinang.

Hal ini diketahuinya saat berbincang-bincang dengan para petugas pasukan kuning, Sabtu (9/3/2018) lalu ketika meninjau Pasar Pagi Pangkalpinang.

“Gaji Rp1,3 juta perbulan yang diterima petugas kebersihan ini terlalu kecil. Idealnya gaji petugas pasukan kuning ini mestinya setara dengan UMR (Upah Minimal Regional (UMR),” kata Erzaldi.

Untuk itu, dia pun meminta Pjs Walikota Pangkalpinang untuk mengkaji lebih lanjut dan mempertimbangkan gaji honorer khususnya petugas kebersihan. Apalagi gaji tersebut diketahuinya tidak berubah sejak delapan tahun terakhir. “Tapi ini kembali lagi dengan kemampuan daerah,” katanya.

Namun ketika disinggung Pemprov Babel juga belum menerapkan gaji pegawai sesuai dengan UMR, Erzaldi berusaha berfikir realistis.

“Jadi kembali lagi ke kemampuan daerahnya, kalau nanti kita berhentikan honorer lainnya, nanti banyak yang protes,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Pjs Walikota Pangkalpinang, Asyraf Suryadin juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, gaji yang diterima honorer pasukan kuning memang terbilang kecil. Selaku Pjs Walikota, dirinya pun akan berencana mengkaji kembali gaji pasukan kuning tersebut pada anggaran perubahan nantinya.

“Kondisi ini kan sudah cukup lama, mungkin sudah hampir delapan tahun. Nanti kita coba di anggaran berikutnya, tapi tidak semua. Nanti kita buat standar biaya khusus sesuai dengan beban kerjanya, kalau kerjanya berat masa sama dengan beban kerja yang ringan. Yang jelas kita sudah mengamati di lapangan dan inilah faktanya,” kata Asraf.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Drs Iwansyah mengaku bahwa sebelumnya pihaknya pernah mengajukan kenaikan gaji petugas kebersihan. Hanya saja, katanya, kondisi keuangan Pemkot Pangkalpinang tidak memungkinkan untuk merealisasikan pengajuan tersebut.

“Sudah berapa kali kita ajukan, tapi ya anggaran kita terbatas. Jadi kita masih bertahan dengan kondisi yang ada,” tutur Iwansyah.

Seperti diketahui bersama, lanjut Iwansyah, untuk gaji pasukan kuning bervariasi tergantung bidangnya. Untuk sopir bus sampah sebesar Rp2,1 juta, kernet Rp1,5 juta dan tukang sapu mulai dari Rp900 ribu hingga Rp1,4 juta.

“Nah untuk tukang sapu ini tergantung shif. Kalau satu shif itu empat jam kerja, sedangkan untuk dua shif delapan jam kerja. Memang gaji untuk tukang sapu ini masih belum ideal. Makanya kalau pemprov mau membantu, kami mengucapkan terima kasih,” tukasnya. (pas)

Related Search

Tags:
author

Author: