banner 728x90

Guru, Media Pembelajaran dan Minat Belajar Siswa

banner 468x60

Oleh: Sadely Ilyas*
Pensiunan guru, tinggal di Tanjungpandan.

MENGAJAR adalah aktivitas yang dilakukan oleh guru secara sengaja dalam upaya memberikan kemungkinan bagi siswa melakukan proses belajar, sesuai dengan rencana yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Dalam proses belajar mengajar di kelas, dua unsur yang sangat penting dan saling menunjang adalah metode mengajar dan media pembelajaran.

banner 300x250

Oleh karena itu, pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon, dan daya serap setelah pembelajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa.  Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.

Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses “komunikasi edukasi” dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi strategis sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran.

Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran.

Kata media berasal dari bahasa Latin: medium yang secara harfiah berarti ‘perantara’ atau ‘pengantar’.  Apabila media itu membawa pesan-pesan yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan segala alat pengajaran yang digunakan untuk membantu menyampaikan materi pelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan.

Apa manfaat media pembelajaran bagi guru? Menurut Dr. Oemar Hamalik (1986) Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dengan penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dan siswa.
Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar antara lain:

  1. Memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar;
  2. Untuk mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya;
  3. Mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu;
  4. Memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata, seperti berkunjung ke museum,ke kebun binatang, dan sebagainya.

Media Pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya.  Mulai yang paling kecil sederhana dan murah, hingga media yang canggih dan mahal harganya.  Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media yang diproduksi pabrik.  Ada media yang sudah tersedia di lingkungan sekolah yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran.

Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah.  Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku).  Selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar, model, dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata.  Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai), program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru.

Sekarang, katerkaitan guru dengan media pembelajaran adalah, bahwa proses belajar mengajar dengan menggunakan alat bantu pembelajaran akan mempermudah anak didik menerima materi belajar. Guru profesional tentu miliki kompetensi membuat dan menggunakan media pembelajaran.

Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Guru akan mengetahui sejauh mana kondisi dan tingkat kemampuan peserta didik dalam menyerap materi pelajaran, sehingga, guru dapat membuat dan menggunakan media pembelajaran yang tepat sesuai materi yang diajarkan, misalnya berbentuk:
1) Media pembelajaran manual, yaitu media yang dibuat dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana yang banyak dijumpai di lingkungan kita. Pembuatan media ini dilakukan sendiri tanpa bantuan alat elektronika.
2) Media pembelajaran elektronik, adalah media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan alat elektronika, dan untuk menggunakannya juga harus menggunakan alat elektronik. Media pembelajaran ini sering disebut media pembelajaran audio visual, yaitu alat bantu mengajar yang menampilkan gambar bergerak dan suara (gambar animasi).

Dari beberapa masalah tersebut, nyatalah bahwa sebenarnya profesi guru sangat diperlukan dalam mengatasi hambatan-hambatan pelaksanaan pendidikan, khsususnya proses pembelajaran di kelas. Meskipun demikian, jika disikapi dengan penuh kearifan, maka hambatan-hambatan tersebut semestinya mendorong kalangan profesi pendidikan (guru) untuk selalu meningkatkan kualitas mengajar.

Sebab penggunaan media pembelajaran, sebagaimana diungkapkan oleh Bruner (dalam Jamal Ma’mur Asmani; 2011) ada 3 tingkatan utama modus belajar, yaitu melalui:

  1. enactive (pengalaman langsung);
  2. iconic (pengalaman pictorial atau gambar);
  3. symbolic (pengalaman abstrak).

Perolehan pengetahuan dan keterampilan serta perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi karena adanya interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang telah dialami sebelumnya melalui proses belajar. Bruner mengilustrasikan, ketika anak belajar untuk memahami apa dan bagaimana mencangkok tanaman (dalam pelajaran biologi).

Dalam tingkatan pengalaman langsung (enactive), untuk memperoleh pemahaman, peserta didik secara langsung mengerjakan atau membuat cangkokan (tanaman). Pada tingkat kedua, iconic, pemahaman tentang mencangkok dipelajari melalui gambar, foto, film, atau rekaman video. Selanjutnya, pada tingkatan pemahaman abstrak (symbolic), peserta didik memahami lewat membaca atau mendengar, kemudian mencocokannya dengan pengalaman melihat orang mencangkok atau dengan pengalaman sendiri.

Berdasarkan ilustrasi di atas, maka dalam proses pembelajaran sebaiknya diusahakan agar terjadi variasi aktivitas yang melibatkan semua alat indera siswa. Semakin banyak alat indera yang terlibat untuk menerima dan mengolah informasi (isi/meteri pelajaran), maka semakin besar kemungkinan isi pelajaran tersebut dapat dimengerti dan diperhatikan dalam ingatan peserta didik. Jadi, agar pesan-pesan dalam materi yang disajikan dapat diterima dengan mudah, maka guru harus berupaya menampilkan stimulus yang dapat diproses dengan berbagai indera siswa. Pengertian stimulus, dalam hal ini adalah suatu “perantara” atau “rangsangan” yang menjembatani antara penerima pesan (peserta didik) dan sumber pesan (guru/pendidik) agar terjadi komunikasi yang efektif.

Tentunya, guru yang baik senantiasa berpandangan untuk melakukan suatu tindakan yang benar dan baik. Sebagai konsekuensinya, ia akan selalu mencari cara-cara strategis dan sistematis dalam proses pembelajaran yang kondusif, berbobot, dan menyenangkan. Maka, penggunaan media pembelajaran adalah salah satu dari sekian strategi guru untuk untuk menarik minat belajar dan merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan belajar siswa. Sehingga anak bertekat untuk menjadi manusia pembelajar. Wallahu A’lam (*)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: