banner 728x90

Guru SD Setia Budi Dipecat Hanya dengan Terimakasih

banner 468x60

//Pihak Sekolah Klaim Pemberhentian Sesuai Prosedur

SUNGAILIAT – Oktriprianus mengaku kecewa dengan kinerja pihak Kepala Sekolah Dasar Setia Budi Sungailiat maupun yayasan yang menaungi salah satu sekolah swasta itu. Sebab ia dipecat tanpa penjelasan yang jelas apalagi pesangon dan hak lainnya sebagai guru yang telah mengajar sejak tahun 2013 tersebut.

Kepada sejumlah wartawan, Oktri -sapaannya- mempertanyakan prosedural dalam pemberhentian dirinya sebagai guru di sekolah tersebut.

banner 300x250

Semester pertama pada tahun ajaran 2017/2018 ia mengaku tidak menerima SP (Surat Peringatan), panggilan tertulis maupun tidak tertulis dari pihak sekolah.

“Dasar pemberhentian saya hanya surat ucapan terimakasih. Apakah itu prosedurnya? Saya sudah mengadukan ke yayasan tapi yayasan beralasan tidak tahu, padahal gaji itu dari yayasan. Yayasan beralasan tidak punya wewenang atas guru honor,” sebut Oktri, Rabu (31/1).

Sampai sekarang ia tidak menerima surat pemecatan/pemberhentian, namun tidak juga dipanggil untuk mengajar pada semester kedua tahun pelajaran 2017/2018. Selain itu, tuntutan untuk uang tabungan pensiun yang dimintakan dipersulit saat ia tanyakan ke yayasan. Yayasan beralasan untuk tabungan pensiun itu harus ditunjukkan surat pemberhentian, sementara ia tidak pernah menerima surat itu.

“Kok saya yang dipecat saya yang harus meminta surat pemberhentian. Saya bukan guru illegal, nama saya sudah terdaftar di dinas pendidikan,” sebut guru Kelas 3 yang mengajar sejak tahun 2013 di SD Setia Budi ini.

Ia diberhentikan sejauh ini tanpa pesangon apapun. Sudah hampir satu bulan ini tidak juga ada kejelasan nasibnya. Pihak pembina yayasan sempat menghubunginya dan berjanji akan memanggilnya kembali, namuan sampai sekarang tidak ada.

Ia mengaku tidak melakukan kesalahan sebelum yang membuatnya dipecat. Sejauh ini hubungan dengan guru di SD berjalan baik tak ada masalah, begitu juga dengan anak-anak sekolah. Kalaupun selama ini ikut kegiatan luar dilakukan diluar jam sekolah. Dan informasi terakhir yang ia dengar, sudah ada guru penggantinya. Kejadian ini juga menurutnya bukan yang pertama.

“Ini bukan kali pertama, pernah terjadi di tahun 2015 dengan kepala sekolah yang sama. Saya juga tidak ada kontrak kerja, hanya SK tugas per semester. Kalau tidak ada persoalan saya akan ajukan permohonan ke SPSI,” ujar Oktri.

Sementara itu dalam surat Yayasan Pendidikan Lembaga Nasional Setia Budi, SD Setia Budi nomor :420/1078/SDSB/DIKBUD/01/XII/2017 perihal Ucapan Terimakasih yang ia terima, disebutkan bahwa kegiatan belajar mengajar semester ganjiL tahun pelajaran 2017/2018 telah selesai. Pimpinan SD Setia Budi Sungailiat mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik di SD Setia Budi Sungailiat selama ini.

Surat itu ditandatangani kepala sekolah Hasuaningsih, S.Pd, SD tertanggal 23 Desember 2017 dengan catatan apabila bapak/ibu (para guru) masih dibutuhkan sebagai tenaga pendidik pada semester II Tahun pelajaran 2017/2018 akan kami hubungi.

Surat tersebut ditembuskan kepada Ketua Badan Pengurus YPLN Setia Budi Sungailiat.
Persoalan ini menurutnya sudah diadukan ke Wakil Ketua DPRD Babel Deddy Yulianto yang menyayangkan perlakuan kepala SD Setia Budi tersebut.

“Ini sangat disayangkan surat pemberhentian tidak ada, hanya surat ucapan terimakasih yang dibuat oleh oknum kepala sekolah Setia Budi tersebut,” ujar Deddy.

Ia berharap dewan guru, kepala dinas pendidikan serta pihak yayasan Setia Budi dapat mengambil sikap tegas terhadap kepala sekolah yang sudah bertindak semena-mena. Apalagi sekarang kondisinya masih membutuhkan banyak guru.

“Dinas pendidikan Kabupaten Bangka kiranya dapat memanggil pihak yayasan setia Budi dan oknum kepala sekolah yang sudah melampaui kewenangannya dengan memecat guru honor tanpa keterangan jelas. Bahkan tidak ada surat pemberhentian dan hanya surat ucapan terimakasih yang di tandatangani oleh oknum kepala sekolah,” tegasnya.

Sementara Kepala Sekolah SD Setia Budi, Hasuaningsih mengatakan, pemberhentian Oktripianus sudah memenuhi syarat.

”Itu (surat) memang setiap semesternya kita kasih dengan semua tenaga kerja honorer yang belum menjadi tenaga tetap. Pada surat itu juga ucapan terima kasih kita kepada yang bersangkutan karena telah bergabung dengan kita,” jelasnya, Rabu (31/1).

Surat tersebut juga diberikan dengan maksud menonaktifkan yang bersangkutan untuk sementara, dan apabila dibutuhkan kembali, sekolah akan memanggil kembali guru tersebut untuk melakukan kegiatan mengajar.

Perihal pemberhentian Oktripianus sendiri, sebelumnya pihak sekolah sudah melakukan rapat internal terkait kinerja dirinya, dan mendapatkan keputusan untuk memberhentikan yang bersangkutan dari kegiatan belajar dan mengajar di SD Setia Budi Sungailiat.

”Kita tidak sembarangan mengambil keputusan, dan berdasarkan pertimbangan atas kinerja yang bersangkutan. Dia juga terkendala masalah kriteria tenaga pengajar, yang seharusnya saat ini harus strata satu dan dia hanya lulusan SLTA sederajat,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Pendidikan Nasional Setia Budi, Sumarli meminta kedua belah pihak menanggapi hal tersebut dengan kekeluargaan. Menurutnya, dalam hal ini pihak yayasan memang tidak ada kaitan terhadap pemberhentian yang bersangkutan, karena ranah tersebut menjadi wewenang pihak sekolah.

Segala sesuatu yang menyangkut kegiatan belajar dan mengajar termasuk kinerja tenaga honorer di SD, SMP maupun SLTA menjadi tanggungjawab pihak sekolah. ”Kalau masalah ini memang bukan ranah yayasan, tapi sekolahnya, dalam hal ini Kepala Sekolah. Pihak yayasan hanya menerima rekomendasi pihak sekolah apabila ada tenaga pengajar baru yang masih honor, apabila pihak sekolah setuju, kita mengiyakan,” jelasnya. (trh)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: