banner 728x90

Harga Daging Naik Bupati Beltim Datangkan Daging Beku

banner 468x60
Bupati-Tinjau-Pasar

Bupati Beltim, Yuslih Ihza, dan rombongan saat meninjau pasar Mekar Jaya Manggar, Selasa (20/6) kemarin.

MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza SE mendapatkan harga daging sapi yang masih terus naik.  Hal ini ditemukan saat Bupati dan rombongan melakukan peninjauan dan mengecek langsung harga bahan kebutuhan di Pasar Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H/2017 M, Selasa (20/6) kemarin.

banner 300x250

Bupati saat melakukan peninjauan kepasar juga didampingi Wakil Bupati, Burhanuddin, Kapolres Beltim AKBP. Nono Wardoyo, Plt Sekda Evi Nardi, Forkominda Beltim, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Syahrial, Kepala Satpol PP Ronny Setiawan, dan Kepala Kesbangpol Beltim, Yusmawandi serta Kades Mekar Jaya, Syamsudin.

“Harga-harganya mayoritas masih stabil, tidak jauh berbeda dari minggu-minggu lalu. Hanya daging ayam dan sapi yang terus naik, Jika langsung kita lakukan pengecekan jadi tahu keluhan dan permasalahan di masyarakat. Jadi lebih cepat tahu kondisi dan ambil kebijakan,” ungkap Bupati yang sesekali terlihat mencatat daftar harga-harga barang tersebut.

Bupati menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat yang berbelanja. Ia juga menanyakan tentang harga-harga bahan pokok kepada beberapa pedagang.

Guna mengatasi kenaikan daging, Yuslih mengatakan Pemkab Beltim sudah menyiapkan 7,7 ton daging untuk didistribusikan ke masyarakat tidak mampu.  Selain itu juga, BUMD Beltim memesan 8 ton daging beku untuk menekan harga daging sapi.

“Yang 7,7 ton, khusus masyarakat kurang mampu sudah kita subsidi jadi hanya Rp 40 ribu perkilo. Kalau yang 8 ton untuk umum, tapi hanya untuk masyarakat Kabupaten Beltim,” ujarnya.

Selain mengecek harga dan stok barang, Bupati juga melihat kondisi pasar dan kios-kios pedagang.  Beberapa pedagang pakaian pun mengeluarkan uneg-unegnya dengan Bupati.

“Pengerjaan Pasar Lipat Kajang sudah akan kita mulai, lelangnya baru selesai. Saya mohon kesabarannya. Begitu selesai kita pindahkan lagi,” ucapnya kepada para pedagang pakaian.

Para pedagang pakaian di Pasar Mekar Jaya sebelumnya sudah acap kali mengeluh kepada Bupati tentang kondisi letak kios mereka yang dekat petak daging dan plang ikan. Hal ini membuat aroma tak sedap bertebaran hingga ke lapak kios mereka. “Sepi pembeli kita, tidak ada yang mau datang ke sini.  Imbasnya ke pendapatan kami,” keluh Rosdalinda (57) salah seorang pedagang pakaian.

Kondisi ini sudah dialami para pedagang pakaian sejak mereka pindah ke Pasar Mekar Jaya. Beruntung bagi pedagang pakaian lainnya ada yang memilih ikut mengambil jatah kios di bazar ramadhan Desa Kurnia Jaya, bisa menjual dagangannya. (feb)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: