banner 728x90

Harga Ikan Tak Hanya Dipengaruhi Faktor Alam

banner 468x60

TANJUNGPANDAN – Melambungnya harga ikan segar di Kabupaten Belitung ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam yang menyebabkan hasil tangkapan berkurang. Menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Destika Efenly, ada beberapa faktor lain yang membuat harga ikan tersebut tidak stabil.

Pertama, kata dia karena minat nelayan pencari ikan untuk konsumsi sehari-hari tidak terlalu banyak. Kedua, wilayah tangkap tergolong cukup jauh, notabenenya di daerah terluar. Ketiga, jumlah nelayan buruh, yang bekerja dengan orang lain lebih banyak ketimbang nelayan mandiri. Keempat, persediaan garam masih tergolong kurang.

banner 300x250

“Kita harus melihat, bahwa ikan ini kan merupakan komoditi. Pertama untuk kebutuhan pangan dan yang kedua ekspor. Sementara nelayan-nelayan kita di sini (Belitung) lebih banyak mencari ikan-ikan ekspor. Karena harganya (jual) bisa dikatakan lebih tinggi,” katanya saat ditemui Belitong Ekspres, Jum’at (30/6) lalu.

Destika melanjutkan, sedangkan nelayan mencari ikan konsumsi sehari-hari terlihat tidak terlalu banyak. Seperti mereka yang mencari ikan kerisi, ikan banyer dan lainnya. Sehingga ikan-ikan tersebut didapat oleh nelayan (mancing) pergi pagi, pulang sore.

Menurutnya dua hal ini menyebabkan harga ikan di Belitung tinggi. Bahkan membuat pihaknya sedikit kesulitan menekan harga ikan. Selain itu daerah tangkapan untuk kebutuhan sehari-hari ini juga cukup jauh. Kadang-kadang spotnya (mencapai) 30 mil, bahkan untuk ikan yang lainnya jaraknya bisa lebih jauh.

“Ikan untuk kebutuhan (konsumsi) kita di daerah ini kebanyakan hasil pancing. Tentu mereka akan mengeluarkan banyak tenaga. (Beda) kalau ikan ekspor, mereka menggunakan sistem bubu (alat tangkap). Ini lah penyebab harga tinggi. Belum lagi ditambah biaya produksi yang harus dikeluar oleh nelayan sangat tinggi,” sebutnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Destika mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI). Dan membuat Memorandum Of Understanding (MoU). Rencananya dalam MoU tersebut, bagaimana nelayan bergabung dalam kelompok dan berkoperasi.

“Insyaallah BI akan membantu koperasi dalam penyediaan bahan-bahan untuk alat penangkap ikan. Mudah-mudahan dengan adanya koperasi, ke depan kita bisa menekan harga ikan. Paling tidak bisa meringankan biaya produksi nelayan-nelayan kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan ini juga menyebutkan, persediaan garam tergolong kurang juga sedikit berpengaruh. Walaupun kebutuhan garam untuk pendinginan ikan di pabrik tidak terlalu banyak. “Kalau garam sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Kita membutuhkan garam itu murni untuk pengasinan ikan (membuat ikan asin),” jelasnya.

Faktor lain seperti istilah nelayan buruh dan nelayan mandiri. Destika tak memungkiri adanya hal tersebut. Nelayan buruh, nelayan yang bekerja dengan orang lain. Dan fasilitasnya dari orang lain. Mereka biasanya mengunakan sistem bagi hasil. Sedangkan nelayan mandiri, nelayan yang bekerja dengan fasilitas sendiri.

“Kalau perbandingan mungkin satu berbanding tiga. Jika dipersentasekan jumlah nelayan mandiri dikita sekarang ini sekitar 30 persen. Sedangkan sekitar 70 persennya nelayan buruh. Namun perlahan angka tersebut akan terus kita perbaiki,” ujarnya.

Destika mengatakan solusi untuk mengatasi semua persoalan tersebut, bagaimana nelayan bergabung dalam kelompok dan berkoperasi. Disamping itu pihaknya juga memberikan, pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya nelayan.

“Kita juga selalu memberikan himbauan, saran dan arahan kepada mereka. Lebih memprioritaskan mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu sumber media harian ini, yang namanya enggan disebutkan. Menurutnya empat faktor tersebut sangat berpengaruh. Namun hal yang paling terlihat yang mengakibatkan tingginya harga ikan, dikarenakan harga garam di Belitung tinggi. Hal ini menyebabkan harga ikan juga ikut tinggi.

Selain itu proses produksi ikan seperti penggaraman ikan kering, pembuatan es untuk nelayan juga mengalami peningkatan. Akibat harga ikan yang terkesan tinggi, dampak yang dikhawatirkan bisa menyebabkan inflasi di Belitung semakin meningkat.

Sebab ini juga menjadi keluhan wisatawan yang datang dari luar Belitung. Mereka sempat menanyakan kenapa Belitung memiliki laut, tetapi harga ikannya tinggi. Apabila ini tidak diatasi khawatir akan mengurangi kunjungan wisatawan. Soalnya budget yang dikeluarkan oleh mereka, tergolong tinggi ketika ingin mencoba kuliner khas daerah. (i1s)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: