banner 728x90

Heboh KTP elektronik (kick)

Kepala Dinas Dukcapil Beltim Ernadi mencontohkan pemotongan KTP elektronik rusak dan sudah diganti baru, Selasa (11/12) kemarin.

Begini Perlakuan untuk
Blangko Rusak di Beltim

MANGGAR – Heboh penemuan ribuan KTP elektronik dalam karung cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, KTP elektronik yang ditemukan ternyata masih dalam keadaan bagus bahkan dikabarkan masih aktif.

Belitong Ekspres mencoba mencari informasi langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Beltim, bagaimana prosedur yang berlaku jika menerima atau mendapati KTP elektronik rusak.

Menurut Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Beltim Ernadi, setiap ada penduduk yang mengalami kerusakan KTP elektronik dan bermaksud mengganti dengan yang baru maka ada langkah-langkah sebelum diterbitkan KTP elektronik baru.

Petugas Dukcapil akan memastikan kondisi KTP elektronik penduduk yang berniat mengganti. Kemudian, KTP elektronik yang rusak atau akan diganti diambil petugas untuk dikumpulkan.

“Kalau blangko tersedia, satu hari pun selesai (cetak baru KTP elektronik, red),” ujar Ernadi kepada Belitong Ekspres, Selasa (11/12) kemarin.

Untuk KTP yang masih dalam kondisi baik karena alasan penggantian perubahan data penduduk, Dukcapil akan menggunting bagian pojok KTP elektronik agar dinyatakan rusak.

“Jadi kita potong sedikit pada bagian KTP elektronik yang dimintakan untuk diganti. Setelah itu barulah kita terbitkan yang baru,” kata Ernadi.

Menurut Ernadi, KTP elektronik yang sudah dianggap rusak akan dikumpulkan terlebih dahulu dan dicatat berapa jumlahnya. Kemudian akan dikembalikan ke Dirjen Dukcapil dengan bukti berita acara penyerahan.

“Biasanya setelah terkumpul cukup banyak, kita akan antar KTP elektronik yang rusak sambil kita mengambil blangko baru. Penyerahannya menggunakan berita acara, jadi tidak sembarangan,” jelas Ernadi.

Ia juga memastikan, kejadian serupa seperti penemuan KTP elektronik di dalam karung tempat sampah tidak akan terjadi di Beltim. “Kalau di kita, rasanya tidak mungkin. Sesuai prosedur, ya seperti yang saya jelaskan tadi.

Memamg kita ngantarnya pas ada urusan pengambilan blangko baru. Kalau hanya sekedar ngantar KTP elektronik yang rusak, biaya terlalu besar. Jadi kita kumpulkan dulu baru kemudian kita antar,” ulasnya. (msi)

Related Search

Rate this article!
author

Author: