banner 728x90

HL Dibabat, 3 Sopir Truk Jadi Tersangka

Tiga truk, salah satunya yang bermuatan ratusan keping papan diamankan di Polres Beltim.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Upaya masyarakat Desa Mempaya Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) untuk mencegah pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung (HL) Gunung Bolong, patut diapresiasi.

Setidaknya, ada empat truk kayu olahan berhasil diamankan masyarakat bersama Anggota DPRD Beltim Koko Hariyanto, Sabtu (2/2) malam. Satu truk di antaranya, berisi ratusan keping papan kayu hasil pembabatan hutan secara besar-besaran tersebut.

Aksi pembalakan liar di kawasan hutan Gunung Bolong diketahui sudah berlangsung lama, maka dari itu membuat masyarakat Desa Mempaya geram. Mereka pun mencegat truk-truk itu dan langsung menggiringnya ke Balai Desa Mempaya.

Anggota DPRD Beltim Koko Hariyanto mengatakan, setelah kayu olahan dibuatkan berita acara dari pihak desa, para sopir dan Barang Bukti (BB) langsung diserahkan ke Polres Beltim untuk diproses lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP Ferrey Hidayat, SIK kepada Belitong Ekspres membenarkan tiga truk berikut BB kayu olahan dan para supir sudah diamankan. Satu truk di antaranya berisikan ratusan papan dan sisanya tanpa muatan.

Usai melakukan pemeriksaan AKP Ferrey menjelaskan, pertama warga mencegat sopir berinisial H beserta barang bukti berupa 1 unit mobil truk berisikan ratusan keping papan, Sabtu (2/2) sekira 19.00 WIB.

Kemudian kata Ferrey, sekira pukul 21.00 WIB, warga kembali berhasil mengamankan dua unit mobil truk tanpa muatan di dalam kawasan hutan Gunung Bolong, dengan pengemudi berinisial P dan ES.

Selain itu, warga juga mendapati satu truk kosong lagi di dalam hutan. Namun sayangnya, sang sopir berhasil melarikan diri dan truk itu tidak dapat ditarik keluar, karena mengalami masalah kerusakan mesin.

“Perwakilan masyarakat Mempaya beserta aparatur desa didampingi oleh Wabup Beltim, Anggota DPRD Beltim, pihak UPTD KPHP Gunung Duren, sudah menyerahkan sekaligus melimpahkan perkara tersebut ke Polres Beltim,” jelas AKP Ferrey, Senin(4/2).

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, sopir truk yang bermuatan ratusan keping papan berinisial H, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Demikian juga dengan sopir truk lainnya berinisial P dan ES.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan upaya-upaya penanganan perkara lainnya, ditemukan alat bukti yang cukup untuk meningkatkan prosesnya ke tahap penyidikan,” jelas AKP Ferrey.

Tersangka H kata Ferrey, dijerat pasal 85 ayat ( 1) atau pasal 83 ayat 1 huruf a UU RI NO 18 TA 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kawasan Hutan. “Hukuman penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun, dengan denda paling sedikit 2 miliar dan paling banyak 10 miliar,” tegasnya.

Sedangkan untuk pelaku P dan ES disangkakan pasal 85 ayat ( 1) UU RI NO 18 TA 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kawasan Hutan, Jo pasal 55 ayat (1 ) Ke-1 KUHPidana.

“Hukumannya sama. Penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun dengan denda paling sedikit 2 miliar dan paling banyak 10 miliar,” tandas AKP Ferrey.

Diberitakan sebelumnya, aksi pembalakan kayu kembali terjadi di hutan kawasan Gunung Bolong Belitung Timur (Beltim) Aktifitas pembalakan liar tersebut diketahui oleh warga Desa Mempaya yang kemudian berinisiatif mengabarkan aktifitas tersebut.

Informasi yang diperoleh Belitong Ekspres, truk bermuatan kayu akhirnya dicegat warga saat keluar dari lokasi pembalakan sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak tanggung tanggung ada 4 mobil truk yang membawa hasil pembalakan tersebut.

Di dalam mobil tersebut tampak ada ratusan keping kayu olahan jenis papan. Rencananya kayu tersebut akan diangkut ke wilayah Tanjungpandan, Belitung. Namun setelah tertangkap basah, masyarakat langsung menggiring mobil tersebut ke halaman Kantor Desa Mempaya.

Anggota DPRD, Koko Haryanto yang juga ikut bersama masyarakat mengatakan pembalakan kayu di kawasan hutan Gunung Sepang sudah berkali-kali dilakukan, namun kali ini dalam jumlah kayu olahan yang cukup besar.

“Dari hasil interogasi kita kepada sopir yang tertangkap, mereka melakukan ini atas suruhan pemilik kayu. Kami meminta para sopir yang membawa kayu tersebut berbicara jujur, apa adanya. Jangan sampai kasus ini hanya sampai ke mereka saja, kita mau tau siapa dalangnya,” ujar Koko, Ahad (3/2) kemarin.

Koko menambahkan, setelah kayu olahan yang diamankan warga dan dibuatkan berita acara dari pihak desa, para supir dan barang bukti (BB) langsung diserahkan ke Polres Beltim untuk diproses lebih lanjut. Saat diperiksa di Polres Beltim, beberapa warga juga bersedia menjadi saksi perihal diamankannya truk bermuatan kayu tersebut. (msi/mg1)