banner 728x90

Identifikasi Masalah Kompleks Pariwisata

PANGKALPINANG – Dilatarbelakangi pembangunan pariwisata dengan dimensi permasalahan yang kompleks dan melibatkan banyak pihak dari berbagai sektor. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) akan segera menggelar Forum Koordinasi Pengembangan Destinasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (28/3).

Kegiatan akan mengusung tema “Sinergi Pengembangan Destinasi Pariwisata Menuju Pembangunan Kepariwisataan yang Berkelanjutan di Kepulauan Bangka Belitung” ini mencakup pemaparan Kebijakan Kementerian Pariwisata Indonesia terkait Pembangunan Kepariwisataan 2018, Program kegiatan Bidang Destinasi Disbudpar Babel, Penyelarasan Visi Misi Pembangunan Pariwisata antar Instansi Pemerintah Terkait, Masyarakat, dan Stakeholders, dan terakhir adalah Pembahasan Masalah Pembangunan Destinasi Pariwisata.

“Pembangunan pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagaimana juga di daerah lain mempunyai dimensi permasalahan yang begitu kompleks, melibatkan banyak pihak, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor dan level,” kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disbudpar Babel, Rusni Budiati di ruang kerjanya, Jumat (23/3).

Beberapa persoalan yang dibahas, yakni aksesibilitas, amenitas, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat yang semuanya ditangani berbagai instansi yang mempunyai kewenangan, tugas, dan fungsi beragam pula.

“Kami dari Bidang Destinasi dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Forum Koordinasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya pada hari Rabu pekan depan tanggal 28 Maret 2018,” jelasnya.

Menambahkan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Babel Rivai menuturkan dalam mempercepat pembangunan pariwisata di Bumi Serumpun Sebalai ini diperlukan sinergi antar semua pihak.

“Integrasi antar perangkat daerah dan para pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mempercepat terjadinya pembangunan pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui forum kordinasi, lanjut Rivai, penting guna mengidentifikasi permasalahan dan solusi atas permasalahan yang ada pada suatu destinasi.

“Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah kesamaan dan kesatuan dengan perangkat daerah terkait dan pemangku kepentingan untuk melakukan pembangunan destinasi pariwisata,” imbuhnya. (fiz)

Related Search

Tags:
author

Author: