banner 728x90

Ikhwan Tidak Ambil Pusing

banner 468x60

Bukti surat yang dikirim dan resi pengiriman via Kantor Pos.

*Soal Gubernur Belum Terima Surat Bupati

banner 300x250

MANGGAR – Pemerintah Kabupaten Belitung (Pemkab) Timur (Beltim) sudah berkirim surat kepada Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan, sebagai tindaklanjuti polemik Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Laut Pering, Kecamatan Kelapa Kampit. Namun hingga saat ini, Gubernur menyatakan belum menerima surat tersebut.
Plt Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi pun tidak mau ambil pusing soal pernyataan Gubernur Babel, yang mengaku belum menerima surat Bupati terkait polemik penolakan KIP oleh masyarakat itu. Masyarakat berharap bisa berdialog langsung dengan gubernur untuk menyampaikan aspirasi mereka.
“Bupati sudah berkirim surat, kalau tidak sampai mungkin saja. Kami sudah berkirim surat tapi via pos. Melalui Bagian Ekbang dan sudah diterima Biro Pemerintahan Provinsi,” ujar Ikhwan saat ditanya soal pengakuan Gubernur yang menyatakan belum menerima surat dari Bupati Beltim, Senin (13/11) kemarin.
Dikatakan Ikhwan, Bupati Beltim sudah dua kali berkirim surat yang isinya tidak jauh berbeda dengan hasil rapat dengar pendapat. Sehingga, kata Ikhwan, tak perlu lagi memperdebatkan apakah surat tersebut telah diterima atau tidak.
“Sekarang bukan lagi persoalan berkirim surat. Kita harus (mulai, red) berpikir pasca penetapan zona (RZWP3K), kalau sudah ditetapkan melalui Perda,” tegas Ikhwan.
Ikhwan melanjutkan jauh sebelum rencana pembahasan Perda harus diakui keberadaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) laut sudah terlebih dahulu terbit. Meski demikian, upaya untuk tidak memberikan ruang zona tambang di laut Beltim sudah dilakukan. Ini dibuktikan dengan usulan OPD teknis seperti DKP dan Disbudpar yang membagi laut untuk kepentingan perikanan, kelautan dan pariwisata.
“Cuma sebelum penetapan Perda kondisi existing sudah ada IUP berdiri. Sekarang seperti apa kondisi existing dengan pasca penetapan Perda. Tim kita sudah menyerahkan semua dan dalam pengajuan kita tidak ada zona tambang kok,” jelas Ikhwan.
Ia menyatakan saat ini yang perlu dipertanyakan adalah apakah IUP yang sudah berjalan akan menunggu selesainya masa IUP atau IUP yang berproses dihentikan.
“Kita bukan membuat polemik baru, itulah existing yang ada bahwa sudah ada IUP yang berjalan. Nanti seiring berjalan kalau dengar pendapat atau Pansus menemukan fakta, ya kita tindaklanjuti. Apakah IUP sudah sesuai persyaratan, apakah pemilik IUP sudah menjalankan kewajiban RKT ramah lingkungan. Ketika mereka tidak menjalankan ini menjadi salah satu poin kita,” beber Ikhwan.
Disinggung apakah perlu mengklarifikasi pernyataan Gubernur, Ikhwan tetap berpendapat tidak perlu dilakukan. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah berfikir positif agar polemik tidak berlanjut.
“Tidak ada upaya mengklarifikasi. Saya pikir tidak perlu, sudah jelas kita sudah berkirim surat ke Gubernur. Mungkin secara birokrasi, surat belum sampai ke meja beliau (Gubernur) atau belum turun ke asisten. Seperti itulah tapi intinya kita sudah berkirim surat,” tandas Ikhwan.(msi)

 

 

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Ikhwan Tidak Ambil Pusing,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: