banner 728x90

Ini Peringatan Terakhir Bagi Pemilik TI Rajuk

banner 468x60

*Kapolsek Gantung Tegaskan, Jika Kembali Membandel akan Ditindak Tegas

GANTUNG – Setelah beberapa kali dilakukan pertemuan dan upaya preventif melalui himbauan, aktifitas tambang rajuk dikawasan Teluk Norman Desa Selinsing akhirnya kembali dilakukan pembongkaran. Pembongkaran dilakukan langsung oleh pemilik dan pekerja tambang, Senin (28/3) kemarin. Sebelumnya, puluhan ponton rajuk tersebut diminta membongkar seluruh peralatan tambang rajuk. Pembongkaran ponton rajuk dilakukan pemilik masing-masing dan dibawah pengawasan tim gabungan Polres Beltim, Satpol PP Beltim dan pihak Desa Selensing, yang datang langsung ke lokasi. Kedatangan tim gabungan dipimpin Kapolres Beltim, AKBP.Nugrah Trihadi, S.ik, melalui Kapolsek Gantung, AKP.Ryan Faisal bersama Satpol PP Beltim. Penambang diperingatkan agar jangan lagi melakukan aktifitas tambang di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang dan sekitarnya. “Ini untuk yang ke tiga kalinya, dan yang terakhir. Kami dari Polsek beserta tim gabungan (Muspika, red) melakukan peneguran dan ini kami pastikan yang terakhir,” ungkap Kapolsek Gantung, AKP.Ryan Faisal.Kapolsek bersepakat kedepan akan menindak dengan tegas jika memang kembali aktifitas tambang dikawasan tersebut, yang tepatnya di aliran DAS Lenggang/Pice.”Jika kedepan di kawasan Sungai Lenggang masih ditemukan laporan dan kembali adanya aktifitas tambang TI rajuk, maka kami tidak akan segan segan untuk melakukan tindakan represif atau penegakan hukum,” tegas Kapolsek.Bukan hanya itu, AKP.Ryan juga menghimbau kepada para penambang yang melakukan aktifitas penambangan TI rajuk agar segera membongkar peralatannya. Ia tidak ingin ada lagi aktifitas di aliran sungai Lenggang yang menurut laporan warga, sudah mulai mencemari air baku PDAM Gantung.”Apabila adanya laporan warga dan terbukti masih adanya tambang, maka akan kami tangkap,” tegasnya kembaliSenada halnya dikatakan Kasat pol PP Beltim, Sudiono melalui Kasi Ops dan Penindakan Sat pol PP Beltim, Nazirwan. Ia membenarkan jika kembali ada laporan dan terbukti TI Rajuk beroperasi, maka pihaknya bersama pihak Polres akan melakukan tindakan tegas.“Jumlah ponton yang dibongkar mencapai puluhan unit. Kesemuanya, dibongkar dan dibawa keluar lokasi oleh pemiliknya masing-masing dengan menggunakan kendaraan truk. Tapi jika kembali, pemiliki TI Rajuk ini tetap akan ditindas tegas,” kata Nazirwan.(feb)

banner 300x250

 

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: