banner 728x90

IPC Tanjungpandan Komitmen Dorong Ekspor Langsung dari Pulau Belitung

GM IPC Tanjungpandan, Yossianis Marciano menunjukkan peti kemas untuk menunjang program ‘direct export’ dari Pulau Belitung, Rabu (15/5). Foto Yudiansyah/BE

* Program “Direct Export” Menggunakan Peti Kemas 

iklan swissbell

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC Tanjungpandan berkomitmen untuk mendorong kegiatan ekspor langsung dari Pulau Belitung. Caranya dengan “direct export” ke negara tujuan menggunakan peti kemas.

Selain untuk memangkas biaya logistik, program direct export juga untuk membranding produk asli Belitung. Baik itu, komoditas produk pertanian, perikanan, pertambangan dan lain sebagainya.

“Saat ini kita sedang persiapan untuk direct export 2 (dua) produk dulu, yaitu kaolin dan produk perikanan,” kata General Manager (GM) IPC Tanjungpandan, Yossianis Marciano kepada Belitong Ekspres, Rabu (15/05).

Pria akrab dipanggil Yossi menjelaskan, untuk program direct export, IPC Tanjungpandan melibatkan kerjasama dengan berbagai pihak. Mulai dari KSOP, Bea Cukai, Karantina, Pelaku Ekspor dan pihak terkait lainnya.

“Mudah-mudahan awal tahun ini (2019), kita sudah bisa melaunching direct export kaolin dan produk perikanan serta produk lainnya. Untuk sekarang ini kita sedang mempersiapkan segala sesuatunya,” ujar Yossi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, begitu banyak keuntungan apabila bisa ekspor langsung dari Belitung. Yakni akan lebih efektif dan efisien serta dapat menurunkan biaya logistik.

Adanya ekspor langsung melalui Belitung juga akan membawa keuntungan secara finansial. Sebab, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebelumnya menjadi milik daerah lain, bakal menjadi milik Belitung dari adanya kegiatan ekspor langsung ini.

Dia mencontohkan, selama ini kegiatan ekspor kaolin biasanya melalui pelabuhan Internasional Tanjung Priok. Sebelumnya, dari Pelabuhan Tanjungpandan komoditas tersebut dikirim dengan atau tanpa menggunakan petikemas via Pelabuhan Sunda Kelapa. Itu dilakukan sebelum nantinya dibawa ke Pelabuhan Internasional Tanjung Priok.

Tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa kaolin harus disortir, dengan dibongkar dan dikemas ulang. Setelah itu dimasukin ke dalam peti kemas dan diangkut ke Pelabuhan Internasional di Tanjung Priok.

“Nah, biaya-biaya logistik inilah yang akan kita pangkas, dengan program direct export. Selain itu, produk yang kita ekspor ke negara tujuan memiliki branding Belitung bukan Jakarta,” tandas Yossi. (yud)

Related Search

Tags:
author

Author: