banner 728x90

ISIS Berpotensi Masuk Belitung

Eks Teroris Muktar Khairi, saat menjadi narasumber penyuluhan dan sambang kontra radikalisme di Pandan House Resto, Kamis (9/8) kemarin.

//Mabes Polri Akan Bentuk Tim Anti Teroris

TANJUNGPANDAN – Tim Baharkam Mabes Polri, menyatakan Belitung belum aman dari paham radikalisme dan bisa berpotensi dimasuki ISIS. Maka dari itu, Mabes Polri menggelar penyuluhan dan sambang kontra radikalisme di Pandan House Resto, Kamis (9/8) kemarin.

Dalam hal ini, Mabes Polri mendatangkan mantan teroris nasional Muktar Khairi, sebagai narasumber dalam penyuluhan di Negeri Laskar Pelangi. Dia memberi penjelasan agar masyarakat mengetahui, ciri-ciri anggota ISIS dan penyebab seseorang menjadi teroris.

Muktar Khairi juga menjelaskan awal mula dia menjadi seorang teroris. Saat itu, dirinya menyukai buku-buku tentang jihad. Setelah itu, dirinya mengikuti salah satu pengajian, hingga akhirnya bertemu dengan Dul Matin.

“Saya pun bergabung dengan kelompok itu (Radikalisme) pimpinan Dul Matin. Dan, melakukan pelatihan militer di Aceh. Hingga akhirnya ditangkap oleh Densus 88 Mabes Polri,” kata Muktar.

Satelah ditangkap, dia divonis delapan tahun penjara. Saat bebas, dia menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia menyadari ajaran yang selama ini dijalani salah.

“Islam tidak mengajarkan membunuh. Pada dasarnya teroris merupakan kejahatan yang sangat besar. Maka dari itu, saya kembali ke NKRI,” jelas pria Jebolan Universitan Islam di Jakarta.

Karena itu, dia meminta kepada pihak kepolisian agar mengawasi seseorang yang dinilai

mencurigakan. Misalnya, orang ini menggelar pengajian yang tempatnya tertutup dan sepi. “Itu harus diwaspadai. Bukan tidak mungkin ada di Belitung,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Korbinmas Baharkam Mabes Polri Kombes Pol Drs B Arasuli Zuhdi mengatakan, untuk mencegah masuknya ISIS atau ajaran radikalisme lainnya, Mabes Polri akan membuat Satgas Anti Teroris. Termasuk yang ada di Kabupaten Belitung.

Rencana dalam waktu dekat, tim ini sudah terbentuk. “Itu kita lakukan agar kita tidak lengah. Ketika polisi maupun TNI lengah, maka mereka akan berpotensi masuk ke kawasan itu,” katanya.

Untuk sementara, mengantisapi masuknya teroris harus dibuat Siskamling. “Penjagaan tetap dalam pengawasan TNI Polri, tapi juga melibatkan masyarakat,” kata pria asal Bukit Tinggi, Sumatara Barat. (kin)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: