banner 728x90

Isyak Meirobie-Ahok Wakili Bangka Belitung

TANJUNGPANDAN-Warga masyarakat di Pulau Belitong boleh berbangga. Sebab, dua putra asal Belitong terpilih tampil di buku yang berjudul Aku Indonesia.

Nama Isyak Meirobie dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk dalam 70 anak bangsa yang terpilih tampil di buku yang berjudul Aku Indonesia. Sebanyak 70 narasi kebajikan anak bangsa yang dikemas dalam sebuah buku itu diluncurkan tanggal 1 Oktober 2015 malam di Hotel Borobudur Jakarta.

Hadir dalam peluncuran tersebut Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua DPR RI Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono, Jaksa Agung RI M. Prasetyo, Menteri Agraria dan Tata ruang/kepala BPN Ferry Mulsidan Baldan, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan banyak lagi tokoh nasional yang hadir, termasuk 70 anak bangsa yang terpilih untuk di wawancara dan ditulis secara singkat profilnya dalam buku tersebut.

Dalam rangka HUT Fraksi Partai Nasdem DPR RI ke-1, buku tersebut dipersembahkan untuk Indonesia yang berusia 70 tahun kemerdekaannya. Dalam buku tersebut ada 70 tokoh yang ditampilkan mulai dari Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri hingga Para Tokoh Agama Seperti Syafii Maarif dan KH. Mustofa Bisri. Bahkan, para pejuang pendidikan dan kaum termarginalkan  juga masuk. Di antaranya para pekerja sosial yang tersebar di berbagai daerah di nusantara, dokter-dokter yang mengabdi tanpa pamrih seperti Lie Dharmawan dan masih banyak lagi.

Sementara dari Bangka Belitung menempatkan dua putra belitong yaitu Basuki Tjahaja Purnama dan Isyak Meirobie. Isyak dianggap unik karena kiprah di DPRD yang menggunakan seluruh gaji dan seluruh tunjangannya kepada masyarakat secara transparan dan akuntabel. Lantas, dia melaporkannya kepada publik secara terbuka melalui media massa. Kegiatannya pun tercatat di komunitas masyarakat penerima bantuan seperti jembatan penyeberangan di kampung amau, pasar sembako, sekolah meirobie dan sistem kartu jasa untuk ribuan konstituennya.

Tim penulis berasal dari Universitas Gajahmada dan akademisi lainnya. Mereka menelisik dan menyelidiki kiprah setiap tokoh tersebut dan akhirnya ditetapkan dan diwawancarai.

Isyak sendiri menyatakan syukurnya pada Tuhan dan masyarakat Belitung serta Indonesia pada umumnya. Sebab, telah mendapat kesempatan bisa mengenal 69 tokoh lainnya lebih dekat.

“Saya bangga bertemu mereka dan merasa harus semakin banyak belajar karena dibandingkan dengan mereka saya belum ada apa-apa. Mereka luar biasa berjuang untuk negeri ini, kalau melihat video singkat mereka saya sangat terharu dan termotivasi bahwa Indonesia punya harapan yang cemerlang karena mereka luar biasa,’’ ,’’ ujar Isyak Meriobie kepada Belitong Ekspres, Jumat (2/10), kemarin.

Menurut Isyak, masuknya nama dia, harus menjadi pendorong agar lebih kuat dan cepat dalam berkarya kepada bangsa dan masyarakat, sekaligus menjadi cermin koreksi diri atas perjalanan sampai hari ini.

Isyak mempersembahkan apresiasi dirinya dalam buku ini kepada masyarakat belitung.”Tanpa masyarakat di kampung halaman saya, maka saya tidak akan bisa jadi apa apa dan saya berkomitmen lebih banyak berkarya lagi bagi negeri ini.Terimakasih Belitong,’’ pungkasnya.(agu)

Related Search

Tags:
author

Author: