banner 728x90

Jelang Lebaran, Disperindagkop Ajukan Kuota 8 Ton Daging Beku

????????????????????????????????????

Bupati Beltim, Yuslih Ihza, dan rombongan saat berdialog dengan pedagang daging, di Pasar Desa Mekar Jaya Manggar belum lama ini.

MANGGAR – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) telah menyampaikan kuota permintaan daging beku sebanyak 8 ton melalui Bulog Tanjungpandan. Hal tersebut menyusul persiapan permintaan daging beku menjelang lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah di Kabupaten Beltim.

Kepala Disperindagkop, Syahrial mengisyaratkan kebutuhan daging beku menjelang lebaran tetap meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, permintaan daging beku tidak sebanyak tahun lalu yang mencapai 14 ton.

“Untuk tahun ini, kita dapat kabar bahwa Bulog akan mendistribusikan daging. Nah kita akan berkirim surat permintaan kepada Bulog regional Palembang melalui Bulog di Tanjungpandan. Yang kita ajukan sekitar 8 ton dulu, mudah-mudahan bisa dipenuhi,” ujar Syahrial kepada wartawan, Kamis (9/6) kemarin.

“Kalau tahun lalu sampai 14 ton karena memang daging beku sejak awal puasa. Dengan harga yang cukup terjangkau yakni Rp.100ribu perkilo,” terangnya.

Diakui Syahrial, pihaknya berusaha bergerak cepat mendatangkan daging sapi agar harga daging tetap terjangkau oleh konsumen. Ia tidak ingin ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan sendiri.

“Kalau dari Bulog (daging) harganya diperkirakan Rp.90 ribu perkilonya. Tapi baru informasi ya, kita masih cek lagi bagaimana mekanismenya. Apakah mereka yang jual disini atau kita yang jual,” sebut Syahrial.

Ia memperkirakan, idealnya harga daging sapi dikisaran Rp. 100ribu/kg. Menurutnya, kondisi ekonomi juga akan menyulitkan masyarakat untuk membeli lebih banyak daging apabila harga diatas rata-rata.

“Kalau harganya Rp.100ribu masih wajarlah. Kan ada biaya ongkos angkut juga. Tapi itu masih menunggu kepastian dari Bulog, apakah akan menjual dengan harga sama,” kata Syahrial.

Sejauh ini, Pemerintah daerah memang belum menetapkan harga eceran tertinggi daging sapi murni dan turunannya. Biasanya penetapan harga akan melibatkan para pedagang dan penjual sapi di wilayah Beltim.

“Harga daging sapi dipasar masih relatif stabil dikisaran Rp. 130ribu – Rp. 135ribu. Ini karena pasokan daging tidak banyak, tapi semakin mendekati lebaran harganya bisa diatas itu,” tandasnya.

Sebelumnya juga pembicaraan Bupati Beltim, Yuslih Ihza, dan rombongan, terhadap pedagang daging, nampak serius menanggapi terkait harga daging menjelang lebaran. Karena itu Bupati melalui Kepala Disperindagkop Beltim akan memberikan langkah terbaik kepada masyarakat dalam rangka menjelang hari raya, baik itu segala kebutuhan untuk menghadapi perayaan Hari Raya. (feb)

Related Search

Tags:
author

Author: