banner 728x90

Jelang Pemilukada Belitung, TNI-Polri Harus Siaga

//Antisipasi Masuknya Radikalisme
//Jokowi Puji TNI-POLRI Makin Kompak
   TANJUNGPANDAN – TNI Polri menyatakan siaga untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme, khususnya pada saat menjelang Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Belitung 2018.
   Kapolda Babel Brigjen Pol Saiful Zachri mengatakan, aksi teror yang kemungkinan terjadi di manapun. Termasuk di Kabupaten Belitung. Maka dari itu, dirinya memerintahkan jajarannya agar tetap siaga.
  Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai masalah ini. Lantas ke depan, Keduanya akan melakukan deteksi mengenai adanya dugaan aksi-aksi tak bertangung jawab.
   “Karena itu, kami perintahkan untuk tetap waspada. Jika ada indikasi hal-hal yang tidak diinginkan maka akan langsung diinformasikan,” ujar Brigjen Pol Drs Saiful Zachri, kepada Belitong Ekspres, Jumat (8/6) kemarin.
   Untuk di Belitung, kata kapolda, hingga saat ini kondisinya masih kondusif. Belum ditemukan indikasi hal-hal yang mencurigakan. Khususnya, adanya aksi teror menjelang pilkada.
   “Kita tetap melakukan pengamanan. Sebab, bukan tidak mungkin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Sebab, segala hal bisa saja terjadi,” pungkas Brigjen Pol Saiful Zachri.
   Sementara itu, Danrem 045 Garuda Jaya Kolonel Inf Dadang juga menyatakan siap membackup pihak kepolisian dalam pencegahan radikalisme. Khususnya mengantisipasi dugaan aksi teror dalam Pilkada 2018.
   Peran TNI dalam hal ini, kata Dadang membantu mencari informasi adanya indikasi tersebut. Jika mendapat laporan, akan diteruskan ke pihak kepolisian. Sehingga, nanti mereka yang akan mengambil tindakan.
“Peran kita (TNI AD,red) hanya membackup. Jika ada indikasi hal-hal yang mencurikan akan kita informasikan. Kami berharap, Belitung tetap aman,” ujar Kolonel Inf Dadang, kepada Belitong Ekspres.
Jokowi Puji TNI-Polri Makin Kompak
   Sementara itu, hubungan TNI-Polri yang semakin kompak mendapat pujian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampakan dalam acara buka puasa bersama keluarga besar TNI-Polri beserta komponen masyarakat di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6).
   Menanggapi hal itu, Pengamat Kebijakan Publik Januar Rahmat menilai, pujian tersebut layak diberikan mengingat baru belakangan ini masyarakat menyaksikan sinergitas TNI-Polri benar-benar solid. Antara kedua lembaga tidak lagi mengedepankan ego sektoral.
   “Kuncinya ada di pimpinan masing-masing. Kalau hanya membanggakan korpsnya dengan menafikan lembaga lain ya pasti tidak berubah,” katanya kepada media, Rabu (6/6).
   Menurut Januar, makin kompaknya TNI-Polri berkat kepemimpinan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Keduanya dinilai mampu mengubah situasi dan paradigma anggotanya untuk meletakkan kepentingan nasional di atas segalanya.
   “Ada perubahan nilai dan perilaku dalam relasi itu, sehingga situasinya juga berubah. Dan ini akibat dari kepemimpinan transformasional,” ungkapnya.
   Dia menyatakan, untuk memimpin lembaga sekelas TNI maupun Polri tidak harus selalu mengandalkan kekuatan kharisma senioritas dengan gaya otoriter. Lebih dari itu, kemampuan membangun visi bersama juga penting dimiliki.
   “Dulu mungkin Tito sempat diragukan karena termasuk yunior, tapi karena kemampuan komunikasinya bagus, gaya kempempinan bagus, hasilnya kan kelihatan,” ucap Januar.
   Dia berharap kekompakan TNI-Polri terus terjalin lebih erat ke depan sampai ke daerah-daerah. Kerja sama antar kedua instansi perlu diperkuat dengan agenda strategis, sehingga tidak terjebak pada seremonial belaka.
   “Kita lihat dampaknya ya. Kalau kompak, rakyat pasti tenang, merasa aman terlindungi,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, Presiden Jokowi dalam sambutannya mengapresiasi semakin kompaknya TNI-Polri. Apalagi hal itu terjadi di saat rakyat membutuhkan perlindungan dan rasa aman pasca insiden serangan teroris di Surabaya, serta di saat masyarakat menjalani ibadah puasa dan sejumlah momen yang akan dihadapi ke depannya.
   “Rakyat saya rasa sangat gembira TNI-Polri solid, berbagi sumber pemikiran, keringat, keberanian untuk satu tujuan melindungi rakyat Indonesia, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia,” tandasnya.(fab/JPC/kin)

Related Search

Tags:
author

Author: