banner 728x90

Jualan Pecal 2 Jam, Buk Lis Raup Untung Rp.200 Ribu

*Berkah di Bulan Suci Ramadan

foto B.. Buk Lis Melayani pembeli - Copy

Buk Lis nampak sedang sibuk melayani pembeli yang memesan gado-gado alias pecal.

TANJUNGPANDAN-Setiap kali tiba bulan suci Ramadan selalu mendatangkan berkah tersendiri bagi penjual makanan dan minuman musiman. Berbagai jenis makanan dan minuman yang mereka jual tersebut laris manis diserbu pembeli menjelang waktu berbuka puasa.

Salah satunya, berkah bulan suci ramadan ini seperti dirasakan Listianti (54) penjual gado-gado (pecal) di pinggir perempatan ruas Jalan Jenderal Sudirman, Desa Aik Rayak, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Hanya berjualan kurang lebih dua jam (dimulai jam 4 sore), ia bisa meraup keuntungan bersih mencapai hingga Rp.200 ribu. Setiap hari sejak awal bulan puasa ia berjualan dibantu sang cucu, pecal buatannya rata-rata terjual 70 porsi.

Per porsi pecal cukup dirogoh dengan harga Rp.13 ribu. Soal rasa pecal buatan Buk Lis sapaan akrabnya memang beda dan berasa nikmatnya. Wajar saja bila belum sampai pukul 18.00 WIB atau sebelum tiba waktu berbuka puasa sudah habis terjual.
“Alhamdulillah dapat la sekitar Rp.200 ribu per hari,” kata Buk Lis sembari melayani pembeli yang mengantri.

Menurut perempuan lima cucu ini, ia sudah empat tahun berjualan pecal di pinggir ruas Jalan Jendral Sudirman Aik Rayak. Ia berjualan memanfaatkan meja berukuran 1,5×0,5 meter dan etalase berukuran kecil.

Selama empat tahun menekuni usaha ini, omzet penjualan pecal Buk Lis tak pernah turun, meskipun saat ini ekonomi sedang lesu akibat anjloknya sektor pertambangan timah di Provinsi Bangka Belitung.

“Bulan puasa tahun ini dan tahun kemarin gak ada bedanya, ramai terus yang beli. Walau ada sebagian orang jualan yang ngeluh agak sepi, sejak timah macet,” terangnya.

Kata Buk Lis masalah rejeki itu memang sudah diatur dan ditentukan dari tuhan yang maha Esa Allah SWT. Makanya, ia tetap konsisten untuk tidak menambah jumlah porsi dan harga jual pecalnya.

“Dari dulu sampai sekarang paling banyak jualan sekitar 70 porsi, dak pernah ditambah. Termasuk hargenye masih Rp.13 ribu per porsi,” perempuan berhijab ini. (yud)

Related Search

Tags:
author

Author: