banner 728x90

Kajari: Arisan DSP Jelas Ilegal

banner 468x60

*Dinilai sebagai Bank Gelap dan Investasi Tak Masul Akal

Destari S Putri dan Alfajar (duduk) saat menghadapi peserta arisan dengan mediasi Polres Beltim.

Dua pendiri dan pemilik arisan putus DSP, Destari dan Fajar (duduk) saat bertemu nasabahnya di Mapolres pekan lalu. Mereka nampak tak bisa memberikan harapan pada nasabah soal uang yang diminta kembali oleh nasabah. Feb : belitongekspres.co.id

MANGGAR-Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Kajari Beltim) Widagdo SH berharap, kasus arisan putus Destari Sulius Putri (DSP) yang memakan ratusan, bahkan mungkin ribuan korban bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas. Pasalnya, arisan semacam ini terbilang ilegal semacam bank gelap atau investasi bodong dan sejenisnya.

banner 300x250

Menurut Kajari, jenis arisan ini adalah sejenis bank gelap. Sesuai namanya, modus “bank” semacam ini dengan model arisan hampir dipastikan tanpa memiliki kejelasan dalam hal legalitas. DSP alias Destari Sulius Putri adalah perempuan pendiri arisan DSP ini bersama suaminya Fajar. Keduanya kini telah diamankan di Polres Beltim.

“Saya menyayangkan adanya arisan seperti ini. Mengapa masyarakat masih saja tergiur dengan janji yang diberikan. Ini tak ubah seperti bank gelap, karena tidak adanya legalitas yang jelas. Semoga ini akan segera terselesaikan dan diusut tuntas,” tegas Widagdo saat ditemui Belitong Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (7/2) kemarin.

Widagdo lebih jauh mempertanyakan dari mana uang segitu (miliaran rupiah) didapat oleh owner yang tidak jelas keluar masuknya. Karena itu, sejak awal mestinya nasabah sudah bisa mempertanyakan dari mana perputaran uangnya. Selain itu, yang penting juga soal legalitasnya. Semacam asuransi saja, lanjut Widagdo, pasti sebelum masuk harus tahu legalitas dan model kerjasamanya.

“Asuransi saja pastinya kita tanya, bagaimana ini prosedurnya dan legalitasnya. Tentu tidak bisa langsung percaya, apalagi arisan (DSP) seperti ini,” ujar Widagdo.

Menurut Kajari, dengan kejadian seperti ini, diharapkan menjadi pelajaran bagi warga yang mau mendapatkan kekayaan secara instan.

“Ini kejadian yang benar-benar tidak masuk akal. Saya dengar ada nasabah yang sampai gadai tanah, rumah dan harta lain lain. Alangkah tidak berpikir panjang. Itulah mereka sebelumnya tidak melihat aspek yang akan terjadi. Kemudian, korban tidak memikirkan bagaimana jika arisan ini macet, lantas pemilik tidak mampu mengembalikan dana. Yang sempat Saya dengar bahkan ada yang menginveskan uangnya hingga ratusan juta,” sesal Kajari.

Kajari berharap, kasus ini akan segera terselesaikan. Dan jika memang pemiliknya tidak lagi mampu menyelesaikannya, maka dengan cara proses hukum. Sangat disayangkan banyak warga yang sudah ditipu. Dan, kasus ini sesuai fakta yang ada saat ini. Parahnya, yang ditipu itu bukan hanya kalangan masyarakat umum, bahkan pegawai PNS pun katanya banyak yang menjadi korban.

Seperti yang diketahui, kasus ini masih ditangani pihak jajaran Polres Beltim. Polres sudah melakukan pemeriksaan. Kapolres Beltim, pada pemberitaan sebelumnya juga berusaha akan mengusut dengan tuntas permasalahan ini. Diakui memang membutuhkan waktu yang panjang guna mengetahui kemana dana miliaran rupiah tersebut mengalir.

“Kami sudah menyita empat buah ponsel owner guna mengetahui kemana aliran dana selama ini. Kemudian akan kami selidiki bersama tim Asistensi/Supervisi dari Diskrimsus Polda Babel yang dibawa ke saksi ahli di Kemenkomimfo. Ini guna menindaklanjuti digital forensik di sana, agar mengetahui lalu lintas proses administrasi transaksi yang dilakukan owner ini,” ungkap AKBP.Nono Wardoyo.(feb)

 

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: