banner 728x90

Kapolres Beri Perhatian Khusus

banner 468x60

// Janji Tak Akan Terulang

TOBOALI – Polres Basel masih menyelidiki kasus pemukulan terhadap warga bernama Aryadi (27) alias Aang warga Air Lingga, Kelurahan Teladan Toboali karena dituduh mencuri sahang pada Sabtu (22/10) lalu. AKBP Bambang Kusnarianto, S.Ik mengatakan saat ini pihaknya memberikan perhatian khusus perihal aksi pemukulan tersebut. Penyelidikan itu ditangani oleh Propam Polres Basel.
“Masih dalam proses penyelidikan. Kami sayangkan terjadi pemukukan, itu yang kami sayangkan, harusnya diwawancara dulu dan ini menjadi koreksi kami,” kata Bambang kepada wartawan, Kamis (26/10).
Kapolres juga memastikan kasus yang sama tidak akan terulang kembali. Pihaknya akan menerapkan standar operasional sesuai aturan yang sudah ada. “Propam Polda juga sudah ada turun mengecek dan pihak korban saling memahami. Saya harapkan kejadian ini tidak akan terulang kembali,” jelasnya.
Ketika ditanya sanksi apa yang diberikan kepada oknum yang terlibat pemukulan tersebut? “Ya kita lihat nanti karena masih dalam penyelidikan, itu (anggota) merupakan keterpanggilanya motivasi menerima adanya laporan masyarakat makanya langsung turun, namun sayangnya terjadi pemukulan,” tukasnya.
Sementara, Aang hingga kini mengaku masih trauma, pusing dan juga mengalami gangguan pada pendengaran. “Mataku dikat kain,” ujar Aang masih mengingat kejadian pemukuan dirinya saat awak media menemuinya, Kamis (26/10).
Bibi korban Nila Wati mengakui keponakannya hingga sat ini belum bisa berjalan. Diceritakanya bahwa telinga ponakanya sering berdering setelah terjadinya pemukulan, rencana akan dibawa ke rumah sakit THT untuk pemeriksaan bagian telinga pasca dari pemukulan itu. “Lum bisa jalan, kalau mau makan aja baru disenderkan badannya. Memang pendengaranya kurang tapi setelah kejadian (pemukulan), pendengaran jadi bertambah kurang. Obat – obatan juga sudah habis dan ada beberapa polisi kesini nanya – nanya masalah ini,” ujarnya.
Nila menambahkan bahwa ada beberapa Polisi datang kerumahnya pada malam hari. “Ada surat pangilan untuk Aang datang ke Polres tapi bagaimana bisa datang karena masih sakit. Duduk baru bisa dan sedikit saat mau makan. Dari Polda juga ada datang kesini,” kata Nila.
Sebelumnya, Aryadi (27) alias Aang warga Air Lingga Kelurahan Teladan Toboali babak belur dianiaya orang yang mengaku polisi. Akibatnya, Aang ini mengalami sejumlah luka memar di bagian paha kiri dan dadanya. Kasus penganiayaan tersebut berawal saat wartawan mendapat informasi dari warga dan menemui Aang masih terbaring lemah di kediaman Bibinya, Nila Wati di Kampung Bukit Toboali, Senin (23/10).
Bujangan ini dituduh mencuri lada di Dusun Burak Desa Terap Kecamatan Tukak Sadai pada Sabtu (22/10) lalu. Kepada wartawan Aang menceritakan kejadian berawal pada Sabtu pagi, saat itu ia selesai mencuci lada yang dipetik dari kebunnya. Tak lama itu, datang seorang lelaki pekerja kebun sebelahnya. Korban Aang sempat bertanya ada keperluan apa, namun tidak dijawab dan Aang pun pulang ke pondok, mandi dan pulang ke rumah.
Penganiayaan tersebut berawal, saat lima orang yang mengaku dari pihak kepolisan menjemput secara paksa korban yang sedang dikediamanya. “Waktu itu datang 5 orang Buser bersama yang melapor, langsung menuduh saya mencuri sahang dan mengatakan saya tidak ada kebun sahang, kebun saya sudah dijual. Lalu menuduh saya mencuri sahang dua karung, ya saya bilang kalau tidak percaya silakan tanya ke saudara saya. Saya langsung dipukul dibawa ke hutan, di mobil tangan saya diborgol dan mata saya ditutup, disitu saya dipukul pakai kayu. Kuku saya juga dibakar pakai korek api,” keluhnya.(bim)

banner 300x250

 

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: