banner 728x90

Karya Musik Band Belitung Tembus Pasar Internasional

Vokalis Grup Band VEDO Erwin

*VEDO Band Segera Garap Video Klip

TANJUNGPANDAN – Hobi itu memang membawa rejeki, yang tak disangka sangka. Ini seperti yang dirasakan Grup Band VEDO 3214, asal Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Babel.

Tiga dari dua belas lagu mini album grup band Negeri Laskar Pelangi ini, mampu menembus pasar industri musik internasional. Yakni salah satu perusahaan label musik negara tetangga Malaysia.

Ketiga lagu bergenre pop slow rock ini berjudul Rindu Sahabat, Kaulah Segala Galanya, dan Inikah Cinta. Awal September 2018 lalu, Grup Band VEDO sudah mulai mempersiapkan untuk penandatanganan kontrak dengan pihak label Malaysia tersebut.

Dalam kontrak itu, lagu-lagu yang bertema tentang cinta dan kisah persahabatan ini, akan distribusikan (dipasarkan) untuk kebutuhan multimedia digital layanan operator seluler. Di antaranya nada RBT dan lain sebagainya.

Lagu ciptaan vokalis Erwin dan keyboradist Vedo Viyan, diawali penandatanganan kontrak dengan label musik perusahaan rekaman dalam negeri. Viyan dan Erwin menandatangani pernyataan kontrak dengan Verra Sugiharto, selaku pemilik label musik PiEmdi, Jakarta. Lantas, selanjutnya dengan perusahaan label musik Malaysia.

Salah satu pentolan Grup Band VEDO Viyan, tidak pernah membayangkan lagu-lagu mereka bisa diterima di industri musik luar negeri. Sebab, lagu itu dibuat hanya sekedar iseng untuk menyalurkan hobi dan mengenang memori persahabatan masa kecil mereka.

Mereka awalnya hanya membawakan lagu-lagu dari band dalam negeri maupun international yang terkenal di zaman itu. Seperti Powerslaves, Slank, Boomerang, Guns N’ Roses, Iron Mainden dan lain-lain. Selain itu, mereka juga hobi mengulik lagu-lagu tersebut.

Di awal tahun 90-an, kemudian lahirlah sebuah band yang bernama VEDO. Grup band ini dibentuk dari nama personil mereka, yakni Viyan, Erwin, Dendo dan Ovi. Viyan sebagai keyboardist, Erwin leadgitaris sekaligus vokalis, Dendo sebagai Drummer, dan Ovi sebagai bassis juga vokalis.

Empat sekawan sejak kecil sering berkumpul dan menyalurkan hobi musik mereka. Di setiap festival musik zaman itu, grup band mereka selalu tampil menghibur. Hingga pada akhir tahun 1993, mereka mulai menciptakan lagu sendiri. Lagu pertama berjudul DITA.

Pada tahun-tahun berikutnya menjadi masa keemasan VEDO. Grup band ini berhasil menelurkan mini album yang judulnya diambil dari single pertama mereka, sebanyak delapan lagu. Ke delapan lagu ini, berjudul Dita, Masa Lalu Cinta, Mungkinkah Kau Rasa, Kamu, Izinkanlah Aku, Janganlah Kau sombong, Inikah Cinta dan Malam Tahun Baru Yang Indah.

Di tengah kegembiraan mereka, duka menyelimuti grup Band VEDO. Tahun 2013, Ovi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Setelah Ovi meninggal dunia, Erwin menjadi vokalis tunggal dan Tanco menggantikan posisi Ovi sebagai bassis.

“Posisi ovi (Tabe’k) digantikan oleh tanco, yang juga dulu sejak kecil selalu bersama-bersama kita,” kata Viyan pencipta sekaligus komposer lagu Rindu Sahabat.

Tak hanya berhenti di situ saja, mereka kembali merilis 4 lagu terbaru, sehingga genap menjadi 12 lagu. Di antaranya yaitu, Song For Tabek, Rindu Sahabat ciptaan Viyan, Dunia Modern, Janganlah Kau Sombong ciptaan sang vokalis Erwin.

“Dari 12 lagu ini dominan diciptakan pentolan Band VEDO sahabat kita Erwin, yang saat ini sudah tinggal di Cilegon, Banten. Dia juga pintar main gitar dan punya talenta vokal,” ungkap bapak dua anak ini.

Menurut Viyan, untuk mengikuti perkembangan zaman, lagu-lagu ini lantas diarensemen ulang dengan sentuhan teknologi multimedia digital. Agar bisa dinikmati semua pecinta musik di tanah air dan luar negeri, kumpulan lagu-lagu ini dikemas dan diupload ke dalam akun media sosial.

Sambutan para pecinta musik di tanah air pun cukup menggembirakan. Setidaknya ribuan tanyangan berhasil diraup Grup Band VEDO di akun Youtube mereka. Bahkan, di tahun 2018 ini mengundang ketertarikan pihak label musik di Negeri Jiran.

Pihak label Malaysia tersebut langsung menghubungi Viyan, sekitar bulan Agustus 2018 lalu. Dalam pembicaraan keduanya, membuahkan kesepakatan untuk memasarkan lagu, dengan perjanjian kontrak kerjasama.

“Sebelum kontrak dengan label musik, kami melakukan mixing lagu-lagu di Cilegon, Banten. Jadi teman kita Erwin vokalis VEDO yang membantu mengerjakannya,” kata Viyan yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan property di Belitung.

Viyan melanjutkan, untuk menembus pasar industri musik di Negeri Jiran memang tidak mudah. Meski sudah terikat kontrak, pihak label juga meminta lagu-lagu Band VEDO harus disertai video klip dengan standar mereka.

“Syarat untuk jualan di Malaysia memang berat. Sebab mereka mensyaratkan setiap lagu harus ada video klip yang digarap dengan profesional. Maka dari itu, dalam waktu dekat ini kita akan buat video klip tersebut dengan menggandeng Hoki Production,” tandas Viyan. (yud)

Related Search

Tags:
author

Author: