banner 728x90

Kasus Pencabulan Meningkat

Asui (53) tersangka pencabulan anak dibawah umur saat diperiksa oleh penyidik Polsek Tanjungpandan.

//Tahun 2016, 8 Kasus
//Tahun 2017, 9 Kasus

//Asui Ancam Korban dengan Pisau
//Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

TANJUNGPANDAN – Eng Yukong alias Asui (53) warga Jalan Pilang Gang Keluarga RT 001, RW 003 Desa Dukong, harus menjalani sisa hidupnya di dalam jeruji besi. Pasalnya, ia diduga telah mencabuli anak di bawah umur sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya), Senin (15/5) lalu.

Pria lima anak ini diringkus jajaran Reskrim Polsek Tanjungpandan, Senin (25/12) malam, setelah polisi mendapat laporan dari orang tua korban. Sekarang, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas tersebut masih diperiksa pihak kepolisian.

Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina membenarkan adanya laporan pencabulan tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku, korban dan saksi-saksi. AKPOL 2008 ini menjelaskan, awal mula terbongkarnya perbuatan biadab pelaku lantaran orang tua korban curiga dengan gerak gerik anaknya. Yakni sering murung menyendiri dan sakit-sakitan, serta merasa ketakutan saat melihat pelaku.
Setelah ditanyai, korban yang masih berusia 12 tahun ini tidak mengaku. Namun, usai didesak orang tuanya, akhirnya gadis malang tersebut buka mulut. Dia menceritakan sudah disetubuhi oleh Asui yang merupakan ayah asuh Melati.

“Terkejut dengan pengakuan anaknya dan tak terima atas perbuatan pelaku, YA (34) orang tua korban langsung melaporkan ke Polsek Tanjungpandan,” ujar AKP Gineung, Selasa (26/12) kepada Belitong Ekspres.
Setelah mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan visum terhadap korban di RSUD Marsidi Judono. Dan, mencari barang bukti lain, yakni berupa pakaian korban dan pelaku saat melakukan hubungan terlarang tersebut.

Kemungkinan, Asui melakukan perbuatan itu sudah berkali-kali di rumah korban yang tak jauh dari kediaman pelaku. Bahkan, saat menyetubuhi Melati, dia sempat mengancam dengan menggunakan pisau.
Lebih parah lagi, lelaki paruh baya ini melakukan perbuatan bejatnya saat kedua orang tua korban sedang tertidur. “Usai melampiaskan hawa nafsunya, dia meminta korban untuk tidak menceritakan perbuatannya ke orang lain,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat pasal 81 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Asui mengakui semua perbuatannya. Dia membenarkan apa yang diungkapkan pihak kepolisian. “Iya benar,” ujar pria yang diamankan polisi dalam keadaan mabuk tersebut, di Mapolsek Tanjungpandan.

Adanya kasus persetubuhan ini, membuat jumlah kasus perlindungan anak di bawah umur meningkat. Pada tahun 2016 Polres Belitung menangani sebanyak delapan kasus. Di tahun 2017, polisi menangani sembilan kasus. (kin)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: