banner 728x90

Kasus Penyelundupan Mitan, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

banner 468x60

Barang bukti ratusan jerigen minyak tanah.

//Pemilik Mitan Dijadikan DPO
//Ada Koordinasi dengan Aparat

banner 300x250

TANJUNGPANDAN – Polisi resmi menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyelundupan minyak tanah (Mitan) di Kabupaten Belitung. Sebelumnya, ratusan jerigen Mitan diamakan Jajaran Satpolair Polres Belitung di Batu Dinding, Perairan Selat Nasik, Selasa (9/1) lalu.

“Proses tetap lanjut, kami sudah menetapkan tiga orang tersangka dan sudah kita tahan,” ujar Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, kepada Belitong Ekspres, Kamis (11/1) kemarin.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian menetapkan Kapten Kapal Saharudin (66), Randa (17) dan Angga (25) warga Pulau Pungok, Kabupaten Bangka Selatan, sebagai tersangka. Sebab, ketiganya berperan menyelundupkan ribuan liter Mitan tersebut.

“Saat ini berkas masih diproses oleh Jajaran Polair Polres Belitung. Dan barang bukti sudah kita amankan, seperti kapal dan minyak tanah yang hendak diselundupkan tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasatpol Air Polres Belitung AKP Joko Suseno Waluyo mengatakan, pihaknya menitipkan ketiga tersangka ke Polres Belitung. Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyidikan.

Kata AKP Joko, mereka mendapat pasokan Mitan itu dari warga di Belitung. “Jumlah minyak itu dikumpulkan. Seperti jatah minyak warga yang tak terpakai lantaran beralih ke LPG,” katanya.

Setelah terkumpul, ribuan liter minyak tersebut dikirim ke Dermaga di Pantai Tanjungpendam dan langsung dibawa ke Pulau Pungok. Mereka sudah melakukan perbuatan tersebut beberapa kali selama Desember 2017.

AKP Joko menambahkan, berdasarkan keterangan dari tersangka keseluruhan barang-barang itu, milik dari pria berinisial RN. Namun pihak kepolisian belum membuka identitas pemilik Mitan tersebut. “Saat ini, dia kami jadikan DPO (Daftar Pencarian Orang),” katanya.

Dalam kasus ini, ketiganya dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001, Tentang Migas. “Ancaman hukuman enam tahun penjara,” pungkas pria bertubuh gempal ini.

Terpisah, Kapten Kapal Saharudin mengaku, dirinya sudah mengetahui beberapa ton minyak tanah tersebut ilegal. Namun, setelah dikoordinasikan dia memberanikan diri untuk berangkat mengangkut barang itu.

“Kami dapat telpon dari pemilik minyak, intinya minta antar pengiriman barang itu. Katanya aman, sebab telah berkoordinasi dengan aparat setempat,” kata pria yang akrab disapa Sahar ini.
Dalam hal ini, Sahar sebagai kapten kapal. Sedangkan kedua anaknya yakni Randa dan Angga, hanya sebagai pengangkut. “Saya sudah dua kali melakukan pengiriman ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Polair Polres Belitung berhasil mengagalkan dugaan penyelundupan ratusan jerigen minyak tanah (Mitan), di Batu Dinding, Perairan Selat Nasik, Selasa (9/1) dini hari. Saat ini barang bukti minyak tersebut sudah diamankan di Mako Polair Polres Belitung.

Rencananya, sebanyak kurang lebih 200 jerigen atau sekitar empat ton akan dikirim ke Pulau Pongok Kabupaten Bangka Selatan. Kabarnya, Barang itu, diambil dari salah satu agen penjual minyak tanah di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres menyebutkan, awalnya polisi mendapat laporan adanya dugaan penyelundupan tersebut. Informasi yang diterima polisi, hampir tiap minggu sekali mereka mengirim Mitan itu, dari Belitung menuju Pulau Pongok. (kin)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: