banner 728x90

KEK Pariwisata Harapan Baru Bisnis Homestay

banner 468x60

SIJUK-Bisnis homestay (rumah tinggal) di Pulau Belitung mulai menjamur seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri. Peluang usaha menyulap kamar menjadi hunian yang nyaman bagi turis, dipandang warga setempat sebagai bisnis yang menjanjikan. Terlebih, pasca peresmian pembangunan Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, Jumat (2/9) lalu.

Usaha rumah tinggal mulai dikenal di Belitung jelang pelaksanaan Sail Indonesia tahun 2010 yang disusul Sail Wakatobi-Belitong tahun 2011.  Kala itu, acara bahari bertaraf internasional ini membutuhkan banyak akomodasi. Sedangkan puluhan hotel yang tersebar di Belitung tidak mampu menampung wisatawan yang membludak.

banner 300x250

Jasniati (44) adalah satu dari puluhan warga di Kecamatan Sijuk, Belitung, yang menangkap peluang tersebut. Ibu dua anak ini menyediakan dua kamar di rumahnya, ukuran 3×3,5 meter, untuk disewakan ke para pelancong.

Pasca pelaksanaan Sail Wakatobi-Belitong, bisnis homestay di Belitung boleh dibilang stagnan. Pertambahan jumlah tamu yang menginap dari tahun ke tahun terasa lamban, kecuali saat berlangsung event besar, seperti seperti GMT 9 Maret 2016 lalu.

Pasar bisnis ini memang belum kuat. Namun, Jasniati dan sekitar 70 pemilik homestay di Belitung, tidak patah semangat. Ditetapkannya Tanjung Kelayang, Belitung, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata pada 12 Maret 2016 lalu oleh Presiden Jokowi menjadi angin segar  yang diyakini membawa dampak positif di segala bidang, termasuk bisnis homestay.

“Kami optimis pembangunan KEK Tanjung Kelayang akan menjadi momen kebangkitan industri pariwisata Belitung,” kata Jumhadi, Koordinator Komunitas Homestay Kecamatan Sijuk, Belitung.

Bukan hanya bagi pemilik homestay, pembangunan KEK Tanjung Kelayang juga menjadi harapan baru bagi pelaku pariwisata lainnya. “Pembangunan KEK akan menciptakan multiplier efek yang cukup luas di Belitung,” kata Yenty, pemilik Tour and Travel Amazing Belitong Adventure.

Pembangunan KEK Tanjung Kelayang yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 20 triliun, memang menjadi harapan besar bagi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Belitung dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pembangunan kawasan pariwisata terpadu inilah yang diyakini akan menjadi soko guru pembangunan di Belitung, terlebih setelah masa kejayaan timah berakhir. (yud)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: