banner 728x90

Keluarga Samawa Jadi Tiang Kokoh Perkawinan

banner 468x60
keluarga-islam1

ilustrasi

MANGGAR – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Siti Khodijah, menghimbau kepada pasangan anak yang menikah di usia dini agar selalu mengkedepankan keluarga yang Sakinah Mawadah dan Marohma (Samawa).Sebab, itu merupakan tiang kehidupan yang kokoh dalam membina hubungan dalam keluarga.

banner 300x250

Hal ini disampaikan Siti Khodijah yang juga Ketua LSM P2H2P (Perlindungan Perberdayaan Hak Hak Perempuan) terkait fenomena di Beltim yang masih banyak anak menikah di usia dini, dikarenakan hamil duluan dan ada yang juga banyak berujung pada perceraian.

“Tentu tak dipungkiri semuanya kembali kepada pihak keluarga. Sakinah itu kan diartikan dengan Ketenangan, ketika pasangan yang menikah pastinya memilki tujuan yang sama, saling membantu setelah melakukan akad tersebut. Dan tentunya Ketenangan inilah yang akan diutamakan dalam kehidupan berkeluarga,” ungkap Siti saat berbincang dengan Belitong Ekspres, Senin (5/6) kemarin.

Siti menambahkan, bahwa Mawadah itu adalah kasih sayang atau Cinta dan itu tentu tidak akan bisa dipisahkan jika kita sudah berkeluarga. “Tapi itu tentunya tak cukup atas karena cinta juga harus adanya Marohma. Jadi semua harus terangkum satu agar hubungan keluarga akan terjalin lebih baik sesuai tujuan perkawinan tersebut,” ujarnya.

Siti juga memberikan penjelasan ini terkait tentang pengakuan dan pengesahan anak, terkait dengan anak yang dilahirkan dari perkawinan yang telah sah menurut agama tetapi belum sah menurut hukum negara.

“Dampak pernikahan dini itu sangat kompleks, di antaranya dari sisi reproduksi dan mental belum siap, sehingga rentan terjadi perceraian, dan sejumlah dampak negatif lainnya,” sebut Siti.

Lebih lanjut Siti mengatakan, kasus pernikahan dini yang paling banyak terjadi akibat hamil di luar nikah. Dampaknya, orang tua memutuskan menikahkan anaknya daripada menjadi aib keluarga dan menimbulkan masalah. Karena itu semua ini juga tetap dan tergantung pada pihak Keluraga.

Diketahui Kasus hamil di luar nikah ini banyak terjadi diduga akibat kemajuan teknologi informasi, yakni banyak remaja yang mengakses hal-hal yang seharusnya diakses orang dewasa. Akibat dari pemakaian internet tidak sehat inilah maka bisa terjadi ‘kecelakaan’ yang menyebabkan kehamilan, serta pada lingkungan yang diikutinya.

Mengingat masih banyaknya angka pernikahan dini, Siti memberikan beberapa saran. Di antaranya, Melakukan berbagai upaya dari seluruh komponen masyarakat guna memberikan pendidikan dan pecerahan tentang bagaimana memanfaatkan teknologi secara sehat.

“Cara lainnya adalah dengan peningkatan peran tokoh agama, masayarakat, dan orang tua dalam memberikan pemahaman, sekaligus penerapan nilai-nilai luhur dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat,” tutup Siti. (feb)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: