banner 728x90

Kemenpar Dorong Destinasi Desa Padang Kandis

TANJUNGPANDAN – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Deputi Bidang pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata menggelar FGD Finalisasi Penyususnan Perencanaan Penataan Kawasan Pariwisata di Desa Padang Kandis Kecamatan Membalong Senin (22/5) kemarin. Acara yang digelar di Bahamas Hotel Belitung ini, dalam rangka tindaklanjut MoU Pembangunan Home Stay dan Toilet Publik di Destinasi Pariwisata Terpilih.

Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementrian Pariwisata Frans Teguh kepada Belitong Ekspres mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan dan merapikan terkait perencanaan penataan kawasan Desa Padang Kandis Kecamatan Membalong tersebut.

“Kita ingin Desa Pandang Kandis ada semacam skema sebagai daerah destinasi wisata. Kita juga ingin memastikan semua pihak termasuk pemerintah daerah, pemerintah pusat dan stakeholder dapat berperan serta dalam merealisasikan destinasi Desa Padang Kandis sesuai standar Internasional,” ujar Frans.

Dijelaskan Frans, dalam proses ini pihaknya ingin memastikan dukungan lintas sektor seperti apa, termasuk komitmen Pemda dan masyarakat desa setempat. Sehingga, jika ada kegiatan di tempat itu, paling tidak masyarakat sudah mempunyai persiapan untuk menjadi pelaku dan dapat manfaat dari kegiatan tersebut.

“Untuk sekarang ini masih banyak hal yang harus diperbaiki terutama kesiapan masyarakat. Namun, yang tak kalah penting nyaitu 3A yaitu, Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas harus hadir di situ,” jelasnya.

Kata Frans, untuk waktu perancanaan10 sampai 15 tahun. Namun, mulai sekarang harus menginventori, kira-kira kegiatan apa yang harus mulai dan dilakukan untuk Desa Pandang Kandis. Untuk pengerjaannya sendiri bisa dimulai tahun ini ataupun tahun depan.

“Sebenarnya yang kita prioritaskan sekarang ini adalah kolaborasi, tapi untuk sumber pembiayaan tersebut semua tidak mesti dari pemerintah pusat,”katanya.

Ditambahkan Frans, pihaknya mau menemukan kira-kira apa yang menjadi keunikan yang autentik dari desa. Atau kawasan itu. Seperti, budaya, tradisi, kuliner, artitekstur, dan lainya sehingga, menjadi suatu daya tarik unggulan untuk destinasi tersebut.

Dijelaskan, untuk Home Stay memang harus dikelola secara proporsional dan dimiliki masyarakat. Dalam artian yang memiliki tanah, yang memiliki rumah atau bangunan Home Stay itu masyarakat. Lantas, pemilik bisa merangkap menjadi pengelola dan yang terpenting pengelolaan tersebut harus dilaksanakan dengan profesional.

“Kita mendorong Infrastruktur dan akomodasi perlu juga pengembangan sumber daya manusia (SDM). Oleh sebab itu sya berpesan supaya masyarakat harus sadar dan bersiap untuk menjadi suatu daerah destinasi pariwisata Internasional,” pungkasnya (rez)

Related Search

Tags:
author

Author: